Godaan Tuan Majikan
Begitu selesai, telur kedua ia sajikan dengan napas tertahan.
Tuan Ardan kembali mencicipi. Hening beberapa detik.
“Masih belum,” katanya singkat.
Wajah Lastri memucat. “Maaf, Tuan. Saya akan—”
“Sekarang kopi,” potongnya.
Lastri terkesiap, tapi buru-buru mengangguk. Ia kembali ke dapur, membuat kopi pahit dengan sedikit gula, takaran air dan bubuknya sama persis seperti petunjuk Mbok Jiah. Begitu selesai mengaduk, ia berdoa agar Tuan Ardan langsung menyukai kopi buatannya.
인기 회차