Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta CEO dalam Jebakan

Cinta CEO dalam Jebakan

Diam-diam, senyum miring terlukis di wajah tampannya. “Apakah Anda mau mencoba menyeduhnya?” tanya sang pria seraya memiringkan kepala. “Apakah tidak masalah?” desah Mia dengan mata yang semakin bulat. Dengan ringan, Liam menggeleng. “Tentu saja tidak. Sebetulnya, saya juga tidak terlalu mengerti tentang kopi. Saya hanya meniru apa yang sering dilakukan oleh barista-barista, tanpa sempat belajar.”
10111.3K viewsCompletedAdded to Library 3.5K Times as kopi tampan
Show Reviews (21)
Read
+Library
Pixie
Setelah ini, akan ada beberapa bonus cerita tentang kerempongan Max Gaby sebagai orang tua. Lalu, Pixie bakal diskusi dengan editor apakah cerita ini layak untuk dilanjutkan ke season 2. Jika disetujui, Pixie bakal menceritakan tentang CEO baru dan sekretarisnya.
aainza931
i love max and Gabriella,, terimakasih untuk penulis yg telah menuliskan kisah sebagus ini,, bnyak pesan di dalamnya,, tentang kekuatan, kesabaran, kebersamaan, dan ketulusan. sy berharap suatu saat kisah ini dapat diangkat menjadi film yg sukses,, semangat terus untuk sang penulis yh...
Read All Reviews
ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN

Saat kami keluar dari dapur ternyata Mas Bara sudah duduk di ruang tengah sembari membuka gawainya. Aku dan Oma Meylani langsung mendekat sembari menghidangkan secangkir kopi yang sudah aku buat untuknya juga sepiring kudapan berupa Croissant, roti Perancis yang aku tahu dari Oma Meylani juga merupakan roti kesukaan Mas Bara selain Croque monsieur, semacam sandwich yang dulu pernah diceritakan Mas Bara padaku. “Terima kasih, sayang, kopi buatanmu memang selalu terenak.”
9.664.2K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as kopi tampan
Read
+Library
Dikejar Dua CEO Tampan

Dikejar Dua CEO Tampan

Tanya Amba yang duduk di samping Alluna. "Eng... gimana ya, ganteng sih, tapi kesannya galak dan sulit didekati." Ucap Alluna berusaha mengingat figur lelaki yang tadi diciumnya. Alluna ingat ketika dia menepuk pundak lelaki itu, orang asing itu bertanya dengan ketus padanya. Matanya sendiri tampak galak dan siap mengusir dirinya. “Hanya saja, ciumannya, Ng...gimana ya ngomongnya, bisa di bilang menghanyutkan. Lelaki itu seorang good kisser.”
1.2K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as kopi tampan
Read
+Library
PESONA PAMAN TAMPAN

PESONA PAMAN TAMPAN

tanya Tamika semakin mendekat pada pria tersebut. “Saya berada di mana?” tanyanya tanpa menjawab pertanyaan Tamika. “Anda sekarang berada di klinik dekat perkebunan apel. Anda berasal dari mana? Siapa nama Anda?” cecar Tamika, tak memberi ruang pria itu untuk bernapas. Pria tersebut terkekeh pelan. “Saya Adrian Sanders.” Mata Adrian terus saja tertutup, membuat Tamika kembali khawatir. “Apa yang Anda keluhkan, Tuan? Kenapa Anda terus saja menutup mata? Apa mata Anda terasa sakit?” cecar Tamika lagi.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as kopi tampan
Read
+Library
Suami Dadakanku CEO Tampan

Suami Dadakanku CEO Tampan

Harum dengan semangat memasak, sementara Dewa duduk di meja sambil mengamati dengan penuh kekaguman. "Ini dia, pancake spesial buatanku untuk suamiku tercinta. Aku tambahkan topping stroberi dan taburan cokelat, supaya terlihat lebih menggemaskan. Bagaimana?" seru Harum sambil mengaduk pancake. Dewa tersenyum lebar mendengarnya. "Terima kasih, Sayang. Kamu selalu tahu cara membuatku tersenyum. Aku sangat beruntung memiliki kamu."
101.6K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as kopi tampan
Read
+Library
Satu Miliar Untuk ART

Satu Miliar Untuk ART

Tuan Alex dan Lego menoleh ke arah sumber suara. Ternyata Nilam membawa dua cangkir kopi yang masih mengepul. "Silakan tuan-tuan, Maaf kopinya tidak seenak yang ada di kota, maklum ini kopi kampung," ucap Nilam sambil meletakkan nampan di atas bale-bale. "Terima kasih Nilam, padahal tidak usah repot-repot," ucap Lego.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as kopi tampan
Read
+Library
Dokter Tampan di Pavilliun

Dokter Tampan di Pavilliun

Sekarang tak ada lagi Dokter Doddy, Mas Doddy dengan kehidupan dan profesi barunya. Lelaki Tampan itu memilih berkebun bunga bersama Mamanya. Dengan koneksi yang begitu banyak memang mudah mengirimkan bunga-bunga dari kebun kepada kolega-koleganya. Kini hampir setiap hotel dan tempat makan di kota Bandung memesan bunga padanya.
107.4K viewsOngoingAdded to Library 274 Times as kopi tampan
Read
+Library
Dendam Dokter Tampan

Dendam Dokter Tampan

Tangannya bersedekap dengan sorotan mata yang begitu tajam. Lelaki yang tengah dihakimi itu, Davin, menggelengkan kepalanya hampir putus asa, “Itu tidak benar sama sekali, saya hanya disuruh oleh Alan untuk mengantarkan itu. Saya bahkan tidak tahu jika isinya benda berbahaya, saya tidak mengeceknya!” cicitnya dengan nada yang begitu lemah, ia berusaha keras menghentikan tangannya yang gemetar.
769 viewsOngoingAdded to Library 20 Times as kopi tampan
Read
+Library
Obsesi Dosen Tampan

Obsesi Dosen Tampan

Menyukai Zelda? “Tidak mungkin …” gumam Zelda berbisik, sambil merasakan dentuman keras di dadanya. Chloe melangkah lebih dekat pada Kevin, gerakannya anggun namun penuh ancaman. “Imbalannya? Aku akan mendanai perluasan kedai kopimu hingga cabang nasional. Atau …,” ia mencondongkan tubuh sedikit, “kau ingin tiket emas menuju World Barista Championship sekaligus undangan eksklusif ke pelelangan biji kopi termahal di dunia? Kau tentu sangat tahu betapa langkanya kesempatan itu.”
1012.4K viewsCompletedAdded to Library 395 Times as kopi tampan
Read
+Library
Jerat Mafia Tampan

Jerat Mafia Tampan

Ia membuka lipatan kertas minyak dengan penuh kebanggaan, seperti memperlihatkan harta karun. “Aromanyaaaa… wangi surgawi. Lihat nih, nasi hangat semerbak wangi, lauknya ngumpul rapi. Pokoknya ini tuh udah siap disantap, Pak, Om, Bang—eh, kamu!” Pria itu hanya menghela napas lelah, bingung mau menjawab apa. Apalagi yang lebih membingungkan...
10713 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as kopi tampan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status