Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Khair dan Khaira

Khair dan Khaira

Namun, malu dan takut menghantuinya terus. “Duh, padahal Bibi teh bawain kopi, nih!” Khaira menatap nanar cairan kental dalam cup berukuran large yang disodorkan Bi Ocih. Dari warnanya yang tidak terlalu pekat, Khaira mengenalinya sebagai moccacino latte. Salah satu varian kopi yang paling banyak digemari di kedainya setelah cappucinno dan caffe latte.
1011.6K viewsCompletedAdded to Library 324 Times as dua kopi
Show Reviews (85)
Read
+Library
Eneng Susanti
Hai, saya ucapkan terima kasih kepada siapa saja yang sudah berkenan mampir ke laman ini. semoga berkenan membaca dan mereview cerita Khair dan Khaira. Jika suka, semoga berkenan untuk vote dan merekomendasikan cerita ini kepada yang lainnya. sekali lagi, terima kasih ...
Gideon Budiyanto
Romance religi yang dituliskan dengan sangat apik. Pesannya juga dalem banget. Mantap. Kisah Khair dan Khaira mampu untuk menjadi sebuah novel religi yang sangat berkualitas. Maju terusss. Udah di masukin ke daftar pustaka biar bisa selalu ngikutin kisahnya...
Read All Reviews
Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Dan ketika kembali Dia membawa setoples Kue kering. "Beli...,Jadi Repot.Hha...hha...hha..." "Sebentar Satya…,Embokmu masih bikin susu buat Arnawa dan Asthra...,Kopimu masih dalam proses.hha...hha...hha..."kata Wayan Wira kembali Tertawa diikuti oleh Satya. Lalu Kadek Gita keluar membawa dua cangkir kopi hangat dengan menggunakan nampan. Dan kedua cangkir berisi Kopi itu diletakkan meja. diantara tempat duduk Sang Suami dan Adik sepupunya.
7.4K viewsOngoingAdded to Library 207 Times as dua kopi
Read
+Library
Reborn Farmer to Richer

Reborn Farmer to Richer

Mu Qixuan sendiri menunggu dengan tenang di dalam ruang bersantai, dan tidak mengeluarkan suara sama sekali dengan Jiang Xu yang duduk di sudut. Sepuluh menit kemudian. Houran masuk dengan dua cangkir kopi dan sekaleng biskuit di atas nampan, dengan senyum cerah dan mata yang melengkung manis. "Tadaaa! Ini dia kopi untuk Dage, coba cicipi dan katakan apakah itu sesuai seleramu." Dia melihat Mu Qixuan terdiam sejenak, lantas berkata, "mengapa ada dua cangkir kopi?"
108.2K viewsOngoingAdded to Library 181 Times as dua kopi
Read
+Library
CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)

Alif memesan kopi keliling yang posisi jualannya tepat berada di bawah patung badak, di bagian tengah alun-alun. “Kang punten, meser kopi.” “Muhun kang, sabaraha?” “Tilu, dua kopi hudeung tong dikucek, hiji kopi susu caina loba nya.” Si akang penjual kopi semula nampak bingung dengan pesanan Alif yang terakhir. Namun, setelah diyakinkan Alif bahwa memang untuk pesanan kopi susu, airnya dibuat penuh, barulah ia yakin. Selera kopi Alif dan Zulham sama, kopi hitam tidak diaduk, sementara Mustafa beda sendiri, satu cup gelas ukuran 16oz harus penuh airnya.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 172 Times as dua kopi
Read
+Library
Maju Mundur Kena Duda Anak Satu

Maju Mundur Kena Duda Anak Satu

Pada akhirnya suasana malam itu pun berubah tegang. 'Haduh, kok jadi begini sih,' batin Dila sambil menelan ludahnya. Kemudian ia menatap ke arah anak buah Adam dan kemudian mengedipkan sebelah matanya. "Pak, kamu mau kopi atau teh?" tanya Dila untuk mencairkan suasana. "Saya kopi saja," jawab laki-laki paruh baya tersebut. "Kalau begitu ayo ikut saya ke dapur Pak. Di dapur ada beberapa merek kopi, saya bingung kopi mana yang bapak mau," ajak Dila untuk memberi ruang agar Jiya dan Bumi bisa bersama.
109.9K viewsOngoingAdded to Library 394 Times as dua kopi
Read
+Library
Hati yang Kau Sakiti

Hati yang Kau Sakiti

sapa Arga kepada pemilik kedai saat mereka tiba. "Deux cafés, s’il vous plaît," lanjut Arga memesan dua kopi hangat. Pemilik kedai mengangguk sambil tersenyum, lalu mulai menyiapkan pesanan mereka. Setelah kopi selesai, Arga mengambil dua gelas kertas yang mengepul hangat dari meja. "Merci," ucap Arga dengan sopan sebelum beranjak dari kedai. Ia menyerahkan satu gelas kopi kepada Kiran. "Ini kopinya."
1050.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as dua kopi
Read
+Library
Karma Suami Mendua

Karma Suami Mendua

Harsa bahkan bisa melihat belahan buah persik istrinya yang kini sedang membungkuk, menampilkan kue yang sudah sangat basah. "BURHHHH! UHUK! UHUK!" Kopi panas menyembur bebas dari mulutnya, membasahi layar laptop. [Kenapa, Sa?] Harsa langsung membanting cangkir kopinya ke dalam tatakan dengan keras, lalu berdiri dengan terburu-buru. Otaknya mendadak tidak berfungsi dengan benar. Suara di sekitarnya seperti angin lalu. Fokus Harsa hanya pada pemandangan menggairahkan di hadapannya sekarang.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 133 Times as dua kopi
Read
+Library
Cinta yang Kau Bawa Pergi

Cinta yang Kau Bawa Pergi

Ke mana Delia? "Mas, ini kopi untukmu!" Tiba-tiba Delia sudah berdiri di belakangnya sambil membawa nampan berisi segelas teh panas dan secangkir kopi panas yang dari aromanya saja Barra tahu kalau itu kopi robusta. Dia penyuka dan penikmat kopi, makanya sangat paham beberapa jenis kopi dari aromanya. Bagi Barra wangi kopi bisa memberikan efek terapi. "Mau taruh di mana?"
10180.9K viewsCompletedAdded to Library 6.0K Times as dua kopi
Read
+Library
Queen of Shield - Putri Sang Duke

Queen of Shield - Putri Sang Duke

“Rasa pahit yang unik, Lord. Aneh sekali. Meskipun pahit, saya malah ingin terus meminumnya.” “Jika kau mau, aku akan memberikanmu beberapa contoh produk biji kopi yang baru saja aku impor dari gudang pelabuhan. Para pedagang itu, mereka bersemangat sekali ingin menjalin kerja sama denganku,” kekeh Duke Sander sambil melangkah ringan menuju meja kerjanya untuk mengambil sesuatu yang tampaknya penting. “Oh ya, Black. Mengenai pernikahanmu dengan Koa, sudah sejauh mana persiapan kalian?”
1027.0K viewsCompletedAdded to Library 917 Times as dua kopi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status