CALON ISTRIKU, BUKAN ISTRIKU (BERBEDA KEYAKINAN)
Alif memesan kopi keliling yang posisi jualannya tepat berada di bawah patung badak, di bagian tengah alun-alun.
“Kang punten, meser kopi.”
“Muhun kang, sabaraha?”
“Tilu, dua kopi hudeung tong dikucek, hiji kopi susu caina loba nya.”
Si akang penjual kopi semula nampak bingung dengan pesanan Alif yang terakhir. Namun, setelah diyakinkan Alif bahwa memang untuk pesanan kopi susu, airnya dibuat penuh, barulah ia yakin. Selera kopi Alif dan Zulham sama, kopi hitam tidak diaduk, sementara Mustafa beda sendiri, satu cup gelas ukuran 16oz harus penuh airnya.
Hot Chapters