Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Adik Angkatku, Istriku

Adik Angkatku, Istriku

Aku membuatkan teh dan kopi. “Apakah masih lama?” tanyanya sambil memeluk lengan Mas Angga. “Bunda buatkan teh manis untuk Arjuna, minum ini dulu ya,” ucapku sambil memberikannya teh manis. Aku letakkan kopi panas di meja untuk Mas Angga sambil menunggu sarapan datang. Arjuna meminumnya dan memberikan pada Mas Angga setelah menghabiskan separuhnya.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Kekasih Tuan Muda

Kekasih Tuan Muda

Bab 8. Kennan Sabdayagra Yuna mengetuk pintu ruang kerja Kennan, menunggu sebentar sebelum sebuah seruan dari dalam terdengar. Membuka pintu, Yuna berjalan ke arah Kennan yang fokus pada pekerjaannya. Dia membawa nampan berisi secangkir kopi hitam pekat tanpa gula. Pesanan laki-laki itu. Tadi Yuna merebutnya dari seorang pelayan yang hendak mengantarkan.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Aku yang Kaya Bukan Dia

Aku yang Kaya Bukan Dia

Dia menjawab sinis. "Setidaknya, temani aku dulu." Seorang office girl masuk mendorong meja berisi makanan. Rupanya Danu sudah menyiapkan semuanya. "Kalau kamu tidak mau makan, minum kopi saja. Aku laper banget, tadi banyak kerjaan." Siena tidak membantah, toh, tidak lama juga dia menunggu Danu makan. "Cappucino low suger 'kan?" Danu meracik kopi seperti biasanya.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

Adik Ipar Yang Jadi Suamiku

" Em.. Kopi, Tante. Kopi susu. Katakan saja buat Nona Alea." Ariana menyadari kalau petugas pantry pun sudah mengenal Alea, bahkan kesukaannya. "Kopi susu buat Nona Alea dan teh cammomile buatku dan Adamis." Pinta Ariana melalui interkom. Pelayan di pantry langsung mengenali suara Ariana. "Baik, Nyonya.' Ariana kembali duduk di samping Alea. "Bagaimana kabar orangtuamu?"
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Bukan Istri Cadangan

Bukan Istri Cadangan

Mengambil gelas mug nya dan berjalan menuju pantry. Iten, salah satu OB yang masuk di tahun yang sama dengannya tampak sedang membersihkan dapur. Pria yang masih berusia belasan tahun itu menyapanya dengan ramah. “Ngopi, Teh?” (Teh/Teteh adalah panggilan sopan orang Sunda pada wanita.) Caliana menjawab pertanyaan Iten dengan anggukan. Ia berjalan mengambil panci kecil dan mengisinya dengan sedikit air sebelum meletakkannya ke atas kompor gas dan menyalakannya. “Hari ini lebih ramai, ya?” ucap pemuda itu, mencoba membuka pembicaraan. “Lebay.” Jawab Caliana seraya membuka bungkus kopi instannya.
10180.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Konspirasi Cinta Pertama

Konspirasi Cinta Pertama

"Eh, Ayub, ya. Iya, Ayub tadi ikut neneknya main. Sedikit jauh seh, tapi kayaknya sebentar lagi mereka pulang. Karena petang sebentar lagi berganti senja. Aku pamit ke belakang dulu, ya." Karina kembali dengan baki berisi setoples kacang bawang, 2 gelas teh panas, dan satu gelas sirup, "Eh, kok teh seh, Mbak? Mas Nandar, kan, minumnya kopi!" seru Nayra, ia sengaja memancing reaksi protes Karina. Adnan yang sedari tadi menunduk menekuri lantai, mendongak menatap Nayra heran. Dia tidak pernah merasa minum kopi atau meminta istrinya itu membuatkan kopi sebelumnya.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Menikahi Pangeran Es

Menikahi Pangeran Es

Keadaannya sekarang sangatlah berbeda, mengungkit masa lalu tak akan ada gunanya. “Ada apa? Aku buru-buru!” “Ini!” Kirani menyerahkan dua cup kopi ke tangan Tania. “Bu Hera memintaku membelikannya tadi. Ice Americano untuknya, dan Vanilla Latte untuk Gen-eh…modelnya.”
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Tuan Muda

Tuan Muda

mendengar namanya di sebut, Jeremy pun segera menoleh ke asal suara. Di cafetaria, Jeremy Mose, dan juga Dorista, tengah menunggu seseorang. Sesuai kesepakatan, mereka akan bertemu di cafetaria. Cafe mewah berskala besar dan terkenal dengan makanan lezat dan minuman segarnya. "Dastan!" sahut Jeremy Mose, lelaki itu pun lekas berdiri dari duduknya dan berjabat tangan dengan Dastan.
8.6503.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.6K kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Tampilkan Ulasan (111)
Baca
+Pustaka
Chaken Israel Tatipikalawan
sangat seru ceritanya tapi kenap tidak berlanjut dan harus bersambung..kenao certia lain bisa ditulis dangan bab yang lengkap..ayo semangat biar bisa lanjut cerita ini..ceritanya sangat bagus dan dan lebih baik dari cerita yang sudah saya baca di good novel ini...saya mohon untuk bisa berlanjut lagi
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Suddenly We Meet

Suddenly We Meet

Aduh, dia juga jadi ikut bingung karenanya. “Lo sekarang jadi suka kopi, An?” tanya Daren sembari menyeruput kopinya. Mengalihkan pembicaraan adalah jurus ninjanya, agar tidak ada kecanggungan di antara mereka. Ana melongo. Bahkan sekarang cara menyeruput kopi Daren, dinilai Ana sebagai salah satu tindakan paling estetik yang harus dimuseumkan saking kerennya. Caranya memegang cangkir, mencium aroma kopi, lalu meminumnya adalah sebuah mahakarya indah yang sulit untuk Ana lewatkan begitu saja.
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Beautiful Sin

Beautiful Sin

Tania berjalan menuju ruangannya sementara Dion hanya tertegun mendengar jawaban Tania dan masih berdiri di ruang tamu studio milik Tania seraya menggenggam ponsep miliknya. "Apa maksud ucapan Tania barusan ..." gumam Dion melihat ke arah Tania sebentar dan langsung menekan nomor-nomor di ponselnya. "Selamat siang, Mas, saya mau pesan kopi espresso pahit, satu dan moccachino hangatnya satu, ya. Tolong diantarkan ke Studio NADIYA."
9.911.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 471 kali sebagai nona teh dan tuan kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status