Tukang Pijat Tampan
Adit: “Saya tidak pernah memilih menjadi simbol, Mas Dimas. Saya hanya ingin menjadi warga negara yang jujur. Tapi jika keberanian saya bisa mendorong satu orang lain yang takut untuk bicara, jika ini bisa membuat institusi hukum berpikir dua kali sebelum membela kekuasaan yang salah, maka… saya bersedia menanggung bebannya.”
Wawancara mencapai klimaks emosional. Kata-kata Adit, tenang, tulus, tetapi penuh keberanian, langsung menyentuh hati pemirsa. Seluruh rating Nusantara TV malam itu dipastikan pecah rekor.
Saat jeda iklan tiba, Dea masuk kembali ke studio dengan senyum puas.
“Sempurna, Dit. Sangat sempurna,” bisik Dea, mengusap punggung Adit. “Kamu telah mengunci kemenangan politik ini.