Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Fake

Fake

tambah Kevin heboh, salah satu tukang kompor di geng mereka. “Mau taruhan? Kalau dia main sama gue malam ini, kalian bayar satu juta perorang. Kalau gue kalah, malam ini gue yang traktir gimana?” usul Ali tiba-tiba, mereka tampak antusias setuju dengan gagasan itu. Tidak akan rugi mengeluarkan uang jika mereka mendapatkan sebuah hiburan, Dido dan Adit merasa gelisah feeling mereka sudah tidak enak dan Shena belum kembali ke meja mereka, satu-satunya orang yang berani memberhentikan permainan gila ini ya cuma seorang Raden Akashena Kavi.
2.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 86 Beses bilang barbar
Read
+Library
U

U

Yura bergumam sambil menutup matanya, membiarkan butiran air mata terus mengalir. Bima tetap tidak memberikan rasa ibanya. Dia hanya berdecih dan mulai berdiri, berjalan pergi meninggalkan Ari dan Yura. Sebelum Bima pergi, dia sempat menabrakkan bahunya ke arah Ari dengan sangat keras. Ari hanya memberikan tatapan menantang kepada Bima. Tapi karena Bima sudah malas meladeni semuanya, dia tetap berjalan tanpa membalas tatapan marah Ari.
103.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 103 Beses bilang barbar
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchederesaneel
Aku menautkan kedua alisku bingung. “Heh! Bayar dulu woi!” teriak Alfa. “Kan mini market ini punya kamu. Jadi gratis, nggak perlu bayar. Dah!!!” sahut Hafiz santai tanpa dosa. “Hah?” “Iya. Coba baca aja di depan. Tulisannya kan ‘ALFAMART’, berarti punya kamu kan?” ujar Hafiz makin ngaco. Aku tertawa geli mendengar ujaran Hafiz yang rada gila.
104.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 146 Beses bilang barbar
Read
+Library
Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya

Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya

Aroma maskulin yang teramat familier—campuran kayu cendana dan wiski mahal—sempat tercium sekilas oleh indra penciumannya, namun otaknya yang sedang didera rasa sakit tidak sempat memproses hal itu. "Maaf... Maaf, saya tidak melihat jalan," ucap Btari dengan suara yang bergetar menahan perih. Tanpa mendongak untuk memastikan siapa sosok tinggi menjulang yang baru saja ia tabrak, Btari buru-buru melepaskan pegangannya. Ia memosisikan tangannya kembali di depan wajah, lalu melangkah memutar, setengah meraba dinding lorong untuk melanjutkan tujuannya ke toilet dengan napas yang mulai tersengal.
102.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 75 Beses bilang barbar
Read
+Library
BA'DA MAGHRIB

BA'DA MAGHRIB

Kata Reihan. Reihan dan Jihan berjalan terlebih dahulu. Sedangkan Alea, ia menemukan jepitan rambut yang ia rasa bagus di depan kakinya. Ia pun mengambil jepitan rambut tersebut dan menyimpannya. Tiba-tiba matanya memerah dan memandang jahat ke arah Ayahnya. sebenarnya jepitan rambut siapakah itu? Kenapa setelah Alea menyimpannya ia berubah menjadi seperti bukan dirinya?
103.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 114 Beses bilang barbar
Read
+Library
Istri Tanpa Suami

Istri Tanpa Suami

Ada yang mau nebak?
9.9169.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 4.1K Beses bilang barbar
Read
+Library
Barraberee

Barraberee

What the Hell! ~~~ To Barraberee: “Maksud Om Barra apa, bilang pada Papa kalau saya kesal pada Om karena saya tidak diberi kabar selama Om dinas di luar kota? Mau mencari perhatian di depan Papa?” Aku memutuskan mengirim pesan lewat aplikasi chat online kepada Om Barra setelah melaksanakan shalat Maghrib. Demi buah Zaitun, aku sudah kesal sekali dari tadi. Inginnya menelan paku.
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 100 Beses bilang barbar
Read
+Library
BANGKIT

BANGKIT

omelnya. Bisma mencari hadiah untuk Aini sesuai perintah Arga, ia datang ke toko kado dimana ia bisa memilih hadiah yang akan diberikan. Pilihan Bisma jatuh pada boneka Boba yang cukup besar berwarna coklat, tidak tahu mengapa ia tertarik dengan boneka itu. "Mbak tolong boneka yang ini satu," pintanya pada penjaga toko. Setelah mendapatkan hadiah untuk Aini ia bergegas kembali ke kantor, dan nantinya ia akan bertanya pada sang Papa dimana mereka akan merayakan ulang tahun Aini.
102.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 76 Beses bilang barbar
Read
+Library
Me

Me

pinta Lea, Lea mengangjat bongkahan batu yang menjepit boneka tersebut, dia dibantu Nana. Fuuuh “ Pisau!” jerit Nana kembali. Persis tepat disamping boneka yang tertindih itu, ada sebuah pisau yang terlihat masih tajam matanya. Dan darah yang menempel telah menjadi karat yang membekas. Tubuh boneka itu juga dicabik dengan cabikan pisau membentuk sebuah kata. Boneka itu berukuran sekitar lima puluh sentimeter. “ LLEVAÑA”
2.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 74 Beses bilang barbar
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status