Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Castle

Castle

Sapuan angin yang lembut berhasil menyentuh permukaan kulitku. Tom merangkul pinggangku, kemudian mendekatkannya ke arahnya. Kami saling melontarkan senyuman dengan jarak yang sangat dekat dengan kening kami yang saling bersentuhan. Desiran angin lembut menghantarkan aroma bunga-bunga yang menenangkan penciuman hidungku. Di saat suasana menenangkan dan menggairahkan ini, Tom mendekatkan bibirnya, dan kami berciuman di taman dengan cuaca siang hari yang indah dan mempesona.
104.1K viewsCompletedAdded to Library 124 Times as smooth
Read
+Library
PLAYER

PLAYER

Ans18prend69
“Tapi sayang menurutku norak tau nggak, pake difoto segala.” “Bukan aku yang moto, Nda. Ngapain aku ambil foto begitu, freak banget. Nggak mesra-mesra amat juga kok. Lebih mesra kita.” Ervin sejujurnya merasa sulit bicara dengan sisa lips scrub yang masih ada di atas bibirnya. Ingredients-nya yang terdiri dari gula dan strawberry, yang membuat rasa lips scrub itu menjadi manis membuat Ervin tergoda untuk menjilatnya.
1039.0K viewsCompletedAdded to Library 974 Times as smooth
Read
+Library
Difficult

Difficult

“Augh...sakit....Ahh....” Suara erangan Putik terdengar jelas, Leo menggerakkan miliknya dengan kasar. Pertemuannya dengan Wijaya dan pemandangan Putik memasuki mobil yang tidak dikenal membuat Leo menjadi tidak menentu. Gerakannya didalam Putik semakin kasar, tangannya tidak lepas dengan meremas bukit kembar secara kasar. “Leo...ahhh...dalam dan lebih keras.”
6.7K viewsCompletedAdded to Library 140 Times as smooth
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Bruk "Aww... Hiks" Nico menghembuskan nafas kasar, dia turun dari golpcar dan menghampiri wanita lemah yang sedang menangis tersedu-sedu. Nico mengangkat satu alisnya ketika wanita itu mendongak, "Ck, jangan manja," ucapnya menatap Mawar dengan pandangan jijik. "Cepat berdiri atau kau ku usir dari sini," suaranya terdengar sinis dan tajam, membuat Mawar semakin mengeraskan isakan nya.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 234 Times as smooth
Read
+Library
Rasa

Rasa

Sebetulnya, itu cara yang gadis itu gunakan untuk mengurangi ketegangan dalam dirinya. "Setuju, Kyr. Kita harus pintar atur nafas. Pakai teknik 478 aja yuk!" ujar Sarah mengusulkan suatu masukan. "Wah, gimana tuh?" tanya Ataya kemudian dianggukkan oleh Kyra. Keduanya pernah mendengar sebelumnya, tapi maksud dari teknik tersebut, Kyra maupun Ataya belum memahami secara pasti. "Gini nih, tarik nafas 4 detik." Sarah mencontohkannya di hadapan Kyra, dan Ataya. Gadis itu menarik nafas panjang sambil menghitung 4 hitung mundur.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 137 Times as smooth
Read
+Library
Reset

Reset

PLAKKK Pukulan lumayan keras mendarat mulus di kepala Saka. "Aduhhhh, sakit kak! Cewek main kasar itu nggak boleh tahu!" omel Saka cemberut mengelus kepalanya. Meski begitu dia turun juga, memasukkan motornya ke dalam setelah pagar rumah dibuka Lintang. Lintang menghiraukan Saka, dia menyuruh Saka duduk di teras depan sedang dia masuk ke dalam sebentar, mengambil kotak obat.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 83 Times as smooth
Read
+Library
Broken

Broken

ucap Yena sangat lembut. “Saya tunggu kabar baiknya besok pagi. Paham?” Meski ia berbicara sangat lembut, namun terpampang senyum misterius yang mampu membuat tubuh Ami bergetar. “Baik, nyonya. Saya paham. Kalau begitu saya permisi, nyonya.” Begitu ia mendapat izin, Ami langsung mempercepat langkah kakinya.
1013.9K viewsCompletedAdded to Library 389 Times as smooth
Read
+Library
Exit

Exit

Untung saja gelasnya bukan gelas kaca, jadi tidak menimbulkan pecahan yang bisa saja harus bayar ganti rugi nantinya. “Maaf, Kak. Maaf.” Seorang siswi perempuan yang menabrakku tadi berucap meminta maaf berulang-ulang, tangan kananya kirinya mengambil gelas yang jatuh, sedangkan tangan kananya sibuk mengusap bagian mata dan pipi. April memberikan gelas minumnya padaku yang berusaha membersihkan seragam dari basah manis air es tea jus tadi, tatapannya seperti mengatakan ‘minum saja punyaku.’
102.8K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as smooth
Read
+Library
SUNNY

SUNNY

Tanyanya khawatir. "I'm fine. lagian selagi dia masih masih wajar aku anggap angin lalu. kalau keterlaluan baru deh aku balas" Jawabku sambil tersenyum . "Good. bilang aja kalau butuh bantuan" "sure" * * *
103.6K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as smooth
Read
+Library
Shadow

Shadow

"Apa kau bisa membayar taxi ku disana?" ~~~ Watt bangun saat sebuah pukulan mendarat di wajahnya. Watt merasakan wajahnya sudah sangat terasa perih, terutama saat angin menerpa wajahnya. Rasanya seperti perasan jeruk nipis yang di teteskan ke luka yang masih basah. Franco mengambil sebuah cermin kecil dari sakunya. Lalu ia mengarahkan cermin itu agar Watt dapat melihat wajahnya yang sudah banyak terluka. Watt meringis saat merasakan perih di pelipisnya. Ternyata ada banyak luka sayatan di pipi dan pelipisnya. Bahkan darahnya masih terus mengalir sampai Watt bisa merasakan hangatnya.
9.911.9K viewsCompletedAdded to Library 320 Times as smooth
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status