Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ketika Janda Ketemu Duda

Ketika Janda Ketemu Duda

Ujung telunjuknya menyentuh ujung hidung Isvara membuat gadis kecil itu mengerjap lucu. “Terus … kapan mami mau kasih Ara tiga adik lagi? Biar kaya putri sama pangeran yang ada dalam cerita.” Aruna tertawa menanggapi pertanyaan Isvara, tangannya melepaskan buku cerita agar mudah memberikan ciuman gemas di pipi Isvara. Interaksi penuh sayang antara Aruna dan Isvara itu menghasilkan senyum Adrian dari balik pintu.
10431.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.6K kali sebagai novel aruna dan pangeran
Baca
+Pustaka
Pangeran Tiran, Aku Bukan Tawananmu

Pangeran Tiran, Aku Bukan Tawananmu

‘Jadi apa yang dikatakan pelayan tadi benar? “Tawanan seperti apa yang membuat Pangeran sampai turun tangan? Apa dia sepenting itu?” Setelah beberapa saat diam, akhirnya Yasmine memberanikan diri untuk bertanya. “Oh, Anda belum tahu?” Azrael pura-pura terkejut, tapi matanya berkilat penuh ejekan. “Kakakku membawa seorang gadis dari desa yang dijadikan tawanan karena kedua orang tuanya adalah pengkhianat Kesultanan. Namanya Layla. Aku dengar, di sana dia diperlakukan cukup istimewa. Dibandingkan seperti budak dengan banyak hukuman, ku dengar dia malah diperlakukan seperti selir.”
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai novel aruna dan pangeran
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Pengantin Bulan Jadi Rebutan

Cinta Sang Pengantin Bulan Jadi Rebutan

ucap Cassiel. Arun meraih bunga mawar itu sambil tersenyum kecil. Sudah setahun lamanya ia hidup di New Neoma demi membujuk Sang Pangeran agar mau membantunya ke bumi namun Arun berhati besar, ia tahu Sang Pangeran baik hati ini juga merasa menyesal akan keputusan sendiri. "Cass, aku ingin kau tersenyum dihari eksekusiku nanti," ucap Arun sembari mengarahkan tangan kanannya untuk menepikan helaian rambut Cassiel.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai novel aruna dan pangeran
Baca
+Pustaka
Istri Bayangan Sang Miliarder

Istri Bayangan Sang Miliarder

Seruni yang terlalu fokus menghirup parfum Aruna yang seperti aromatheraphy itu, tiba-tiba terkejut ketika menyadari wajah Aruna hanya berjarak 7 centimeter dari matanya. “Jangan menulis aku seperti tokoh dongeng, aku bukan pangeran." Aruna menyapu lembut poni Seruni yang nyaris menutupi matanya. "Aku bukan pria ... yang akan jatuh cinta hanya karena kau menulis dengan perasaan.” Seruni tercekat. “Aku nggak minta itu.” “Bagus." Aruna mendekatkan wajahnya. “Karena itu berbahaya. Untukmu … dan untukku.”
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai novel aruna dan pangeran
Baca
+Pustaka
Berhenti Mengejarku, Pangeran!

Berhenti Mengejarku, Pangeran!

"Berbeda? Maksud Lady?" Aruna tersenyum tipis. Senyum yang tidak pernah dimiliki Lady Evelyne. "Aku tidak akan mengejar pangeran. Aku hanya akan... menikmati pesta." Di luar jendela, matahari kerajaan mulai naik di ufuk timur. Hari pertama Aruna Wijaya di dunia baru telah dimulai. Dan ia sudah punya satu resolusi. Hidup ini promosi, bukan bencana. Dan aku tidak akan menyia-nyiakannya.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai novel aruna dan pangeran
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Kedua Tuan Presdir

Menjadi Istri Kedua Tuan Presdir

Bintara mendorong dirinya lebih dalam, hingga ia perlahan melepas juga daster milik Aruna. Aruna sekarang istri satu-satunya, ia akan menjadikan wanita ini satu-satunya ratu di kerajaan yang ia bangun. Ia lepaskan seluruh gelora yang selama ini terpenjara, hingga menjatuhkan segala benda yang ada di atas meja rias Aruna. Mereka berdua akhirnya melepaskan hasrat terpendam mereka dalam balutan cinta yang dulu terbentengi.
9.83.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai novel aruna dan pangeran
Baca
+Pustaka
Ranjang Panas Sang Arjuna

Ranjang Panas Sang Arjuna

gumam Arjuna seraya memilih buku yang ada di depannya. "Pilih saja yang Ayah sukai," balas Bima. "Kalau aku sukanya tentang kesatria pemberani," imbuh Bima. "Kesatria, ya," gumam Arjuna. Lalu mata Arjuna melihat sebuah judul buku yang sedikit mirip dengan kesukaan Bima, yaitu tentang kesatria. "Ayah akan membacakan judul buku pangeran berkuda putih," ucap Arjuna.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai novel aruna dan pangeran
Baca
+Pustaka
Dibalik Dendam Sekretaris

Dibalik Dendam Sekretaris

Aruna menutup map itu perlahan. Jika ia memilih salah satu perempuan yang diajukan oleh pria bangkrut ini untuk menjadi istri dari Ravian, apakah perempuan itu akan berakhir seperti Aira? Setidaknya Aira memiliki dia, tapi perempuan di foto-foto ini hanya akan berakhir sendirian setelah dijual oleh orang tuanya. Aruna menelan salivanya perlahan, ia menjadi takut, padahal selama 3 tahun ini ia sudah memupuk mental agar menjadi lebih kuat, namun ketika di hadapkan oleh sesuatu seperti ini, Aruna menjadi melemah.
713 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai novel aruna dan pangeran
Baca
+Pustaka
Suami Pengganti di Hari Pernikahanku

Suami Pengganti di Hari Pernikahanku

Ratusan pengusaha, pejabat, dan selebriti berkumpul dalam balutan gaun dan jas termahal, berkilau di bawah lampu kristal yang menggantung dari langit-langit tinggi. Aruna berdiri di sisi ruangan, mengenakan gaun sutra berwarna biru laut yang menjuntai anggun ke lantai. Ia mengamati kerumunan dengan secangkir anggur putih di tangannya, sesekali tersenyum pada tamu yang menyapanya. Di sampingnya, Alex berdiri tegap dengan jas hitamnya yang khas, matanya yang tajam memindai ruangan seperti pengawal pribadi. "Kau terlalu tegang," gumam Aruna tanpa menoleh ke arah Alex. "Ini acara amal, bukan medan perang."
303 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai novel aruna dan pangeran
Baca
+Pustaka
Bukan Ibu Susu Biasa

Bukan Ibu Susu Biasa

“Hei, Aru! Ibu dulu itu juga pernah hamil, tapi nggak malas kayak kamu! Disuruh bantuin aja banyak alasan. Bilang’e muallah, sakit pingganglah, capeklah. DASAR’E KAMU ITU EMANG MALAS! Bisa’e cuma makan, tidur, makan, tidur … HAMIL KOK KAYAK KEBO!” Arunika menggeleng lemah atas umpatan mertuanya, padahal dia tidak berbohong. Barusan dia memang mengalami kontraksi dan bulan ini adalah bulan kesembilan dari kehamilannya, setelah malam panas yang dialaminya bersama dengan seorang pria asing yang ada di Hotel Lokapala. Arunika yang tak sudi melihat wajah pria biadab itu memilih pergi meninggalkan hotel sebelum pria tersebut bangun.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai novel aruna dan pangeran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status