Cinta yang Kadaluarsa
Di dalamnya, setiap halaman penuh dengan foto-foto kami—dari awal baru kenal hingga perlahan kita pacaran.
Setiap lembar adalah rekaman perjalanan cinta kami.
Saat aku membalik ke halaman terakhir, mataku terpaku pada tulisan tangan yang kukenal baik. Huruf-hurufnya tegas, kuat, seolah tidak tergoyahkan: [Diana, aku mencintaimu.]