Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya
Saat Ararya akhirnya menjauhkan wajahnya, ia menatap Btari dengan sorot mata penuh kemenangan, seolah ingin menunjukkan bahwa mulai detik ini, bahkan bibir Btari pun adalah properti miliknya.
"Tersenyumlah," perintah Ararya tanpa dosa, sementara Btari hanya bisa berdiri dengan bibir yang masih terasa panas dan hati yang semakin hancur berkeping-keping. Pernikahan ini bukan lagi sekadar sandiwara kontrak, ini adalah pertempuran harga diri yang baru saja dimulai.Di tengah badai emosi yang berkecamuk setelah tindakan lancang Ararya, Btari merasa dunianya seakan berputar. Namun, suasana tegang itu sedikit mencair ketika dua sosok wanita paling berpengaruh dalam keluarga Bimantara melangkah mende
Hot Chapters