Suami Jantanku
Dia menelepon ke bagian dapur rumahnya dengan pesawat telepon, "Halo, Chef Bastian. Ehm, iya saya minta dikirim sarapan untuk dua orang ke kamar tidur. Ohh—hahaha, rupanya Anda sudah mendengar kabar pernikahan itu. Terima kasih ucapan selamatnya, baik ... akan saya sampaikan ke istri saya. Oke, ditunggu kiriman sarapannya ya."
Suzy yang mendengar percakapan suaminya dengan Chef Bastian yang bekerja di rumah itu hanya tersenyum tipis. Pria yang dinikahinya sebenarnya sangatlah ramah sekalipun terkesan begitu dominan saat berbicara seolah-olah semua orang harus tunduk pada kehendaknya.