Gerimis Bulan Desember
“Aku sangat serius, Brie. Kalau hatimu peka, kamu bakal merasakan kalau aku beda. Semua yang kulakukan nggak cuma buat kamu percaya cinta, tapi karena kamu pantas dicintai.”
“Mungkin pernikahan ini konyol bagimu, sebuah lelucon. Namun, bagiku nggak. Kamu berhasil membuatku bangkit dari hancurnya cinta lama. Buku garuda hijau dan coklat milik kita, mas kawin, pas foto latar biru, dan ijab kabul yang udah kita lalui itu tidak konyol sama sekali bagiku,” Inu menusukku lagi dengan rayuan itu.