LOGINAurora Vallen tidak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah setelah ia kehilangan ayahnya, dan seorang pria asing tiba-tiba muncul membawa kontrak pernikahan. Kael Vireaux, seorang CEO muda dan misterius, memiliki alasan sendiri untuk memaksa pernikahan itu terjadi. Di balik jas Armani dan senyum tipisnya, tersembunyi niat balas dendam yang telah ia rancang bertahun-tahun sebelumnya. Bagi Kael, Aurora hanyalah alat. Namun dalam ucapan dan senyuman sinis, setiap keberanian gadis itu untuk menantangnya, dan perhatian yang tak direncanakan, perlahan mengaburkankan batas antara rencana dan perasaan. Dalam pernikahan yang terikat waktu, mereka berdua harus memilih: menyerah pada luka lama, atau bertaruh pada cinta yang datang terlalu cepat… dan terlalu dalam.
View MorePintu ruangan kerja itu dibuka kasar. Seorang pengawal berjas hitam berlari kecil menghampiri sang Tuan—Bastien.“Ada apa?” Dagu Bastien terangkat, kacamata baca menggantung di ujung hidung.“Tuan, Nick dan Kira tertangkap. Rudolf telah menindaklanjuti kasusnya.”Tanpa menjawab, Bastien meraih kotak cerutu di atas meja, lalu melemparnya kencang ke arah pengawal. Ujung kotak menggores punggung tangan, meninggalkan jejak parut berwarna kemerahan.“Seret Elias dari kamarnya. Bawa masuk ke dalam mobil sekarang juga!” Bastien berdiri, meraih ponsel dan menyambar coat tebal di sandaran kursi.Sang pengawal tak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya berbalik cepat dengan rahang mengetat, bergegas menuju kamar yang beberapa bulan ini ditempati Elias. Mendapat perlakuan kejam dari Bastien seolah menjadi makanan sehari-harinya. Tidak menyenangkan—tentu saja. Namun tidak ada pilihan lain baginya selain menuruti. Semua hal yang telah didapatkannya—fasilitas terbaik, kehormatan di mata banyak ora
Berat.Terlalu pusing untuk bergerak. Aurora mengerang pelan, merasakan denyut kepalanya yang mengencang. Aroma antiseptik menguar pekat, kabut tipis di pandangannya perlahan tersibak. “Aku di mana?” Suara Aurora sedikit serak, tenggorokannya tercekat.“Nyonya Vireaux, Anda bisa mendengarku?”Aurora mengenyit, lalu mengangguk pelan. “Luther…”Luther tak segera menjawab. Ia dengan cepat menekan tombol perawat beberapa kali. “Anda di rumah sakit saat ini. Tuan Vireaux yang membawa Anda kemari.”Rumah sakit? Aurora mengerjap matanya beberapa kali. Ah, benar. Pertengkarannya dengan Kael pagi ini, Celeste yang menindihnya. Ah, sial. Rasanya sesak. Tunggu. Dua orang yang menerobos kamarnya. Aurora mengingat jelas ketika mereka tiba-tiba menyerangnya. Tangannya dengan cepat meraba leher. Tajamnya belati masih bisa ia rasakan, tapi syukurlah tak sampai menggoresnya. Lalu, benturan di kepalanya ketika terjatuh ke lantai. Ah, benar. Pasti dari situ ia kehilangan kesadaran.Aurora mencoba ban
Suara gebrakan pintu membuat Ezra dan Celeste menoleh cepat. Kael, dengan wajah kusut dan rambut berantakan melangkah cepat. Ezra segera melompat berdiri, wajahnya tegang.“Bagaimana Aurora??” tanyanya, tanpa basa-basi. Celeste yang baru menyesap teh panasnya pun ikut berdiri—dengan memeluk bantal sofa kecil.Suara Kael bergetar, tak seperti biasanya. “Bersama Luther. Dia… keguguran.”Ezra terdiam. Celeste benar, Aurora hamil. Ia tahu, cemburu ataupun rasa tidak terima yang tengah ia rasakan bukanlah haknya. Namun sebagai seorang yang memiliki perasaan pada Aurora, ia tak menyukai kenyataan bahwa hubungan antara Aurora dan Kael lebih dalam daripada yang ia kira.“Dia baik-baik saja?” Ezra bertanya dengan mata nanar menatap lantai.“Baik.” Kael menghela napas. “Dia masih dalam pengaruh obat bius. Aku segera pergi begitu dia dipindah ke ruang perawatan. Di mana dua orang itu?”Ezra mengepalkan kedua tangannya. “Tetap di ruangan tadi. Aku dan Celeste mengikatnya di sana.”Kael tak menja
Tenang, semuanya sedang diatasi. Hanya itu ucapan yang dari tadi didengar oleh Kael.Damn it!Bagaimana bisa tenang jika Aurora terbaring pucat di dalam sana?!“Nyonya Aurora pasti baik-baik saja.” Luther kembali mengingatkan.Tangan Kael mengepal kuat. Ucapan Luther hanya terdengar seperti gumaman dari dalam gelembung kecemasan. Tak ada satu kata pun yang mampu menenangkannya saat ini. Sampai akhirnya dokter keluar dari ruangan tindakan. “Dokter Warren, katakan apa yang terjadi pada Aurora?!” Kael bergegas menanyakan, sorot matanya jelas terlihat cemas.Dokter Warren tak segera menjawab. Situasi seperti ini hampir sering ia alami—menyampaikan berita buruk pada pasien. Namun jika menyangkut tentang keluarga Vireaux, secara tidak langsung harus memilih kata yang tepat agar emosi Kael tak meledak.“Apakah Anda tahu kalau nyonya Vireaux sedang hamil?”Apa? Hamil?Pandangan Kael bergetar. Sampai detik ini, ia belum pernah mendengar itu dari mulut Aurora. Mungkinkah istrinya benar-benar h






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.