CALON MERTUAKU
Lidahku kelu, mendadak lupa ayat kursi.
“Kau lihat, cucuku, sebanyak ini arwah semua mati karena ayah kau, ditumbalkan ayah kau. Tu, Paman Sahrul, Haji Yunus, Hajah Jamilah, Ramli pun ade.”
“Ibu?” Spontan aku teringat beliau.
“Tak, Ayah kau sayang dengan emak kau. Dia betul mati sakit. Jadi macem mane, Angga, nak ikut kami?”