TERAPIS MUDA SANG NYONYA
“Roman... kamu yakin ini pilihan terbaik? Aku takut semua ini akan membawa masalah baru.”
Roman tertawa kecil. “Jangan khawatir. Kini, masa lalu sudah beres. Kita bisa memulai hidup baru, hanya kau dan aku.”
Tapi jauh di lubuk hatinya, meski ia tak mau mengakuinya, bayang-bayang dari masa lalu dan ambisi yang telah ditanam mulai menumbuhkan benih baru—yang bisa menjadi cinta abadi, atau bencana berikutnya.