Neng Zulfa
Jika pun ada buku lain, setahuku Gus Fatih hanya mengoleksi buku-buku bacaan umum seperti sesuatu yang berbau kemasyarakatan, teknologi, bisnis, manajemen apalah itu, ensiklopedia, buku-buku sosial, ekonomi, juga buku-buku lain yang benar-benar bersifat umum—bukan sastra.
Kembali aku juga jadi teringat ekspresi wajah Gus Fatih saat membaca salah satu novelku di kamar. Ia bahkan mengerutkan dahinya dalam saat itu.
“O-oh ... makanya aku dicuekin,” ucap Gus Fatih pelan yang langsung menarik atensiku. “Ceritanya masih lingkup pesantren ternyata. Pantesan fokus banget sampek nggak peduli yang ada di sekitar. Pasti saking merasa dekat dan familiernya waktu baca itu novel.” Gus Fatih menggumamkan k
Hot Chapters