BHARATA (Pendekar Naga Bumi)
“Itulah wajahku, dan kau sudah melihatnya dari sisi-sisinya. Pada saat aku menyadari sepenuhnya, maka aku telah terlambat.”
“Apa yang terlambat?,” bertanya Pawana.
Pangeran Nayaka mengangkat wajahnya. Ia pun kemudian tertawa sambil berkata, “Ah, aku telah bermimpi lagi. Sudahlah, aku akan kembali. Aku akan tidur nyenyak. Besok aku akan melatih seekor kudaku yang baru, yang nampaknya terlalu dungu meskipun tubuhnya tegap tegar dan warnanya yang putih sangat menarik. Aku berinama kuda itu Turangga Seta. Itu kudaku yang pertama yang aku berinama,"
Hot Chapters