Insya Allah Ada Jalan, Nak!
Nayya tertawa senang melihat ekspresi wajahku yang mungkin tampak aneh di matanya.
Bagaimana mau make a wish, saat ini saja aku masih tidak bisa berkata apa-apa.
“Naaah, sekarang, tiup lilinnya, Pak!”
Lilin merah itu menyala terang.
Dalam sekali embusan, asap hitam tipis pun mengepul di sekitar wajahku, seperti mengawali sebuah perhelatan. Aku mulai tersenyum, meski belum hilang terkejut ini. Tepuk tangan meriuh di ruangan, dan satu per satu siswa maju ke depan kelas untuk mencium tanganku. Teriring ucapan selamat, dan tentu saja doa. Beberapa dari mereka malah memberi lembaran kartu ucapan berupa puisi.
ตอนยอดนิยม