Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Mission of Coordinate

Mission of Coordinate

“Bentar, lilinnya masih belum nyala.” Di luar kamar, terdengar suara Natashya yang memanggil-manggil teman-temannya secara bergantian. Namun, sengaja tidak ada yang menjawab. “Aduh saklarnya di mana lagi?” Natashya masih meraba-raba dinding. Kebetulan baterai ponselnya juga tinggal satu persen jadi tidak bisa dipakai sebagai penerangan. Di dalam kamar, mereka masih sibuk menyiapkan kuenya. Selalu ada drama yang membuat lilinnya susah untuk nyala. Arga yang bertugas mengintip dari kamar Annaliese.
107.6K viewsCompletedAdded to Library 242 Times as nyalakan lilin
Read
+Library
Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

"Apa gunanya lilin ini?" "Lilin tersebut telah dimantrai," jelas Budi dengan suara serius. "Makhluk astral tidak akan berani mendekat saat lilin dinyalakan. Karena jumlah lilin terbatas, gunakan hanya di saat genting saja." Belum sempat Ian bertanya lebih lanjut, suara Kapten Rizal memotongnya. "Semuanya, dalam tiga menit, tengah malam akan tiba. Persiapkan diri kalian!"
1043.0K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as nyalakan lilin
Read
+Library
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Hah, hah, hah Nafasku tiba-tiba berat aku duduk kembali menyender di box dagangan warung, tanganku masih belum berhenti bergetar, lilin yang aku pegang ini harus segera aku nyalakan seperti di catatan yang Ibu berikan. Ketika lampu padam, lilin harus segera di nyalakan sebagai pengganti cahaya listrik, dan aku yakin ketika lilin menyala makhluk itu akan hilang. Trak, trak
9.8683.3K viewsCompletedAdded to Library 27.3K Times as nyalakan lilin
Show Reviews (174)
Read
+Library
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Read All Reviews
Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

Tidak sengaja badannya bertabrakan dengan seorang wanita. "Astaghfirullah," ucap Yazid berbarengan dengan wanita itu. Kali ini Yazid menatap wajahnya, senyum yang mengembang di wajah wanita itu sungguh sangat manis seolah menghipnotisnya untuk membalas senyuman itu, binar matanya seolah bersinar teduh seperti sinar purnama di malam yang gulita.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as nyalakan lilin
Read
+Library
Kutukan Wasiat Kakek

Kutukan Wasiat Kakek

Setelah menemukannya, ia langsung menyalakan lilin yang terletak di meja kecil dekat pintu. Cahaya lilin yang redup segera menerangi ruangan, memantulkan bayangan aneh di dinding. Suasana semakin mencekam, dengan jeritan Nayu yang terus menggema, bercampur dengan suara doa Alya yang semakin lantang. "Kau pikir lilin itu bisa melawanku?!" Nayu meludah ke lantai, matanya menatap Tina penuh kebencian. "Aku lebih kuat dari kalian semua!"
102.7K viewsCompletedAdded to Library 93 Times as nyalakan lilin
Read
+Library
Kubalas Hinaanmu, Mas!

Kubalas Hinaanmu, Mas!

Beberapa hari ini, badan Naya memang sempat panas lagi walau tidak terlalu tinggi. “Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga sekarang juga, sekarang juga …” Naya menarik napas panjang dan meniup lilin sekuat tenaga. Saat hampir padam, api lilin kembali membesar hingga membuat Naya melebarkan mata. Anak perempuan itu kembali menarik napas panjang dan meniupnya sekali lagi. Gagal. Seperti pertama tadi, api lilin kembali menyala.
998.7K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as nyalakan lilin
Read
+Library
Mengejar Cinta Ustadz Galak

Mengejar Cinta Ustadz Galak

Ya itu bisa saja dilakukan jika si nenek sihir itu tidak duduk di sana sembari mengawasi Nayla yang jongkok sambil panas-panasan di tengah lapangan, sementara dia duduk santai di bawah payung besar dengan segelas es jeruk yang seakan mengejek kesusahan Nayla saat ini. “Ilalang itu tak akan bisa memotong dirinya sendiri!” “Berisik! Bisa diem gak lo, gue gak butuh saran dari lo!” Nayla kembali menggunting selembar daun ilalang, dengan bibir yang masih mencak-mencak, menyumpahi Laila yang semoga selalu mendapat kesialan, setiap hari, selama hidupnya. Sesekali Nayla menggaruk tangan dan wajahnya yang gatal karena ulah serangga yang menggigitnya. Di tengah-tengah kesusahan itu, mata Nayla tak sen
2.0K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as nyalakan lilin
Read
+Library
Malaikat Juga Tahu (Cinta Andini)

Malaikat Juga Tahu (Cinta Andini)

Ia lalu menyalakan lampu dan membuat ruangan seketika terang benderang. "Terus ngapain pakai lilin?" "Ya kan biar tambah romantis," kata Bagas menggoda. "Matiin aja, Gas. Aku gak suka dengan api lilin," ungkap Dini dengan wajah murung. "Oke." Bagas dengan cepat memadamkan semua lilin, termasuk yang ada di kamar. Bagas kembali menghampiri Dini. "Sudah mati semua lilinnya. Maaf aku gak tahu, Din."
102.3K viewsCompletedAdded to Library 46 Times as nyalakan lilin
Read
+Library
Balas Dendam Sang Dokter Ahli Farmakologi

Balas Dendam Sang Dokter Ahli Farmakologi

tanyanya dengan suara yang penuh rasa ingin tahu tapi juga sedikit takut. Elena meletakkan kuas dengan gerakan yang sangat pelan. Lalu ia mengambil lilin merah dari kotak kecil yang terbuat dari kayu cendana di samping mejanya. Ia melelehkan ujung lilin di atas api lilin besar yang menyala di tengah meja. Lilin merah mulai meleleh, tetesan pertama jatuh ke mangkuk kecil. "Aku juga sedang berburu," katanya sambil terus memanaskan lilin dengan sabar. "Tapi bukan hewan, melainkan sesuatu yang lebih liar dari itu."
1017.9K viewsCompletedAdded to Library 663 Times as nyalakan lilin
Read
+Library
My Light

My Light

Liana mulai sewot. “Hm, iya.” Levan mengangguk kecil. “Nyerah?” “Nggak lah!” balas Liana cepat. **** Rafan berlari cepat, menuju kediaman Alexander. Kemudian, terhenti dan memilih duduk di dinding gerbang. Sesekali mengusap kasar wajahnya, mencoba untuk tenang. Lalu melirik ke bawah, kala Refan membuka gerbang dan berjalan masuk.
106.9K viewsCompletedAdded to Library 151 Times as nyalakan lilin
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status