DI BALIK LAMPU IBUKOTA
Seorang pria berjalan cepat melewati teras tanpa menengok ke arah Juna dan Nara, melangkah menuju mulut gang.
Nara merogoh saku sweternya, mengeluarkan sebungkus rokok menthol dan korek api gas hijau.
"Orang sini... kayaknya ribut terus ya," suara Juna pelan, hampir berbisik.
Nara tertawa kecil, mengembuskan asapnya ke samping. "Semua orang di bawah atap ini lagi bertahan hidup, Jun. Energinya panas sisa jalanan," ia menjepit rokoknya di antara jari telunjuk dan tengah, abunya memanjang. "Jakarta tuh lucu kalau lo perhatiin lama-lama. Waktu siang, semua orang pura-pura baik-baik aja. Pakai kemeja rapi, senyum-senyum depan klien, pasang muka profesional."