Suami Warisan
Narendra memejamkan mata agar busa tidak masuk ke mata, pijatan Rengganis di kepalanya terasa enak.
“Kamu enggak mau potong rambut, Naren?” tanya Rengganis sambil membilas rambut Narendra yang hitam dan tebal, sama sekali tidak ada sehelai uban pun.
Suara Narendra teredam dari balik tirai rambutnya yang basah, dia menyahut, “Saya suka seperti ini. Kenapa, Nyai? Kelihatannya berantakan, ya?”
“Ehm, enggak sih …. Aku cuma nanya aja.” Rengganis mengambil sehelai handuk kering dan mengeringkan rambut Narendra.