Transaksi Hati Ibu Pengganti Anak Presdir
“Ada ayam rica-rica, sayur kangkung terasi, sambal dabu-dabu, Pinkan Mambo. Kamu pasti belum coba, kan?”
Para pelayan buru-buru menyambut, mengambil kantong-kantong itu. Yurika senyum tipis memandang Dewi. Setelah tahu seperti apa kejam dan sombongnya temannya itu, Yurika sudah tidak lagi tertarik untuk berteman dengan Dewi. Kedatangan Dewi dengan tiba-tiba seperti ini membuat Yurika kesel.
“Oh, Dewi… kamu repot-repot sekali,” ucapnya, suaranya terdengar tenang meski hatinya mendadak gelisah.