OBSESI SANG ANTAGONIS
Niya aulat putih kecil di kasurbau bangkai di kamarjendela sudut kamarclassroom of the elite bahasa indonesia
Ia melirik sekilas ke arah Brayn — hanya sekilas, karena tatapan itu langsung membuat tenggorokannya kering.
Laki-laki itu duduk bersandar dengan tenang, satu tangan menyangga dagu, dan pandangan matanya seperti sedang meneliti setiap reaksi kecil di wajahnya.
“Lucu sekali,” ucap Brayn tiba-tiba, suaranya rendah, nyaris seperti gumaman.
Karin mengerjap. “A–apa yang lucu?”
“Biasanya orang yang merasa bersalah akan berusaha terlihat santai,” ujarnya santai, tanpa mengalihkan pandangan. “Tapi kamu malah kelihatan seperti kucing yang baru dijebak ke sudut.”
人気のチャプター