Ungkapan 'one love' selalu terasa seperti pelukan hangat dari musik reggae buatku. Secara harfiah terjemahannya memang 'satu cinta', tapi maknanya jauh lebih kaya daripada dua kata itu. Dalam konteks budaya Jamaika dan lagu-lagu seperti 'One Love' milik Bob Marley, frasa ini mengusung ide cinta universal, persatuan, saling menghormati, dan solidaritas antar-manusia.
Kalimat itu sering kutemui di konser, tato, dan poster — bukan cuma soal asmara, melainkan ajakan agar kita merangkul perbedaan dan tetap kompak. Di Indonesia, orang kadang menerjemahkannya jadi 'cinta yang satu' atau 'cinta universal', tergantung konteks. Kalau dipakai buat pasangan, bisa bermakna 'kamu satu-satunya untukku', tetapi di konteks sosial bisa berarti 'satu cinta untuk semua'. Bagiku, memakai 'one love' adalah cara singkat untuk menyuarakan empati dan kebersamaan, sesuatu yang terasa sederhana tapi dalam pada saat yang sama sangat kuat.