Di Ujung Senja
Ia sontak kembali melangkah mendekati sang isteri, menyelimuti tubuh isterinya dengan selimut dan mengecup pundak kepala sang isteri penuh kasih.
“Selamat tidur, Sayang. I love you.”
Edo tersenyum, ia melanjutkan langkahnya keluar kamar dan menutup pintu kamarnya lekat-lekat. Ia mendapat kamar Aldo terbuka pintunya, membuat Edo kemudian melangkah mendekati kamar sang adik.
“Al, kok pintunya nggak ditutup?” Edo melonggok ke dalam, namun kamar itu kosong, pintu kamar mandinya pun terbuka lebar, lantas si pemilik kamar kemana?