DANYANG
Kakak sulungnya yang selalu berusaha keras untuk berdiri tegak menantang badai itu masih punya kerabat yang akan menangis bersamanya, yang akan bicara dengannya.
Di saat Dayu hampir meneteskan air mata, matanya yang berkaca-kata bertemu tatap dengan manik lelehan cokelat hangat yang bening milik Nala. Cowok itu tersenyum dan mengedipkan matanya pelan, dalam gerakan slow motion, Dayu seperti melihat sosok itu jauh lebih bercahaya, berkilau seperti rembulan yang ditemani jutaan bintang di langit malam yang gelap. Dayu adalah malam yang diliputi kegelapan, sementara Nala adalah cahaya terang benderang. Di hadapan Nala, Dayu tak tahu bagaimana harus menjelaskan perasaannya.
Hot Chapters