Dia yang Terluka
"Tiga hari, dihitung mulai hari ini."
"Saya mohon, beri saya waktu satu minggu."
"Tiga hari atau aku beri waktu hari ini sampai pukul dua tiga lima sembilan."
Nadia hanya diam, dia merasa tidak ada gunanya lagi berdebat dengan Gio yang keras kepala dan arogan tersebut. Bahkan semakin lama berdebat membuatnya merasa posisinya semakin lemah. Nadia menatap jam yang melingkar di tangan kirinya, waktu terus bergerak dia harus mulai memilah untung rugi yang yang dia dapat dari setiap keputusan yang akan dia ambil. Dia butuh menyendiri untuk mengambil keputusan atau bahkan segera bekerja untuk mendapat uang, dan segera mencari solusi lain, mungkin dengan mengajukan pinjaman ke bank.
Hot Chapters