Pewaris Tunggal
Untunglah rumah ini permanen dan atapnya seng, ditambah hujan yang masih deras, sehingga lenguhan suara Dayang kalah dengan bunyi air hujan, yang bak di tumpah dari langit.
Permainan keduanya awalnya pelan dan syahdu, tapi lama-lama Dayang lah yang bak hyper, dia sangat aktif dan Aldot tinggal mengimbanginya. Hawa yag tadi dingin berubah hangat lalu panas.
Permainan keduanya terus berlangsung hingga tengah malam, dan setelahnya keduanya tidur dengan pulas hingga paginya.
Paginya, Dayang tak kuasa menolak, saat badannya kembali ditindih si bangor ini, permainan panas itu berakhir setelah pukul 8.30 pagi.
*****
BERSAMBUNG
Hot Chapters