Membicarakan Nagato dan enam Paths of Pain-nya selalu memicu diskusi seru di kalangan penggemar 'Naruto'. Kisahnya begitu kompleks—seorang anak dari Amegakure yang trauma perang, kemudian mengembangkan kekuatan Rinnegan untuk mengendalikan enam mayat sebagai perpanjangan dirinya. Masing-masing mayat mewakili aspek berbeda: Deva Path dengan serangan gravitasi, Animal Path yang memanggil makhluk mitos, dan lainnya. Yang menarik, Nagato menggunakan kemampuan ini sambil tetap bersembunyi, mencerminkan filosofinya tentang 'rasa sakit' sebagai alat perdamaian. Aku selalu terkesan bagaimana Kishimoto merangkai konsep ini dengan latar belakang mitologi Buddhis.
Di balik desain unik mereka, ada simbolisme mendalam. Misalnya, Yahiko (Deva Path) yang menjadi wajah utama mewakili harapan masa lalu Nagato. Ironisnya, justru mayat sahabatnya ini yang akhirnya menghancurkan Konoha dengan Shinra Tensei. Setiap kali rewatch arc Pain Invasion, aku masih merinding melihat bagaimana pertarungan ini mengubah perspektif Naruto tentang siklus balas dendam.