Pijat Yuk, Mas!
tanya Mirah dengan suara yang masih bergetar.
Elang menoleh perlahan, sorot matanya yang tajam seolah mampu menguliti batin Mirah hingga ke akar. "Sudah saya bilang, namaku nggak penting. Anggap saja aku orang yang nggak suka liat barang bagus dihancurin secara percuma," jawabnya dingin.
"Barang bagus?" Mirah tersenyum pahit, matanya berkaca-kaca menahan sesak. "Di mata kalian semua, aku ini memang cuma barang, kan? Mas Doni, Pak Broto, bahkan mungkin kamu."
Hot Chapters