Dibayar Satu Miliar
Aku ngedumel seraya melempar ponselnya ke atas tempat tidur.
Merasa sudah kegerahan dengan pakaian pengantin, kuputuskan lagi mencari sesuatu sebagai pakaian ganti. Kubuka kembali lemari pakaianku, menatap isinya sekilas, lalu menutup pintunya kembali sambil bergidik ngeri. Aku tidak akan mengenakan baju kurang bahan tersebut, apalagi dengan modelnya yang bisa diterawang. Baru kali ini melihat secara langsung pakaian yang bernama lingerie, dan rasanya menggelikan harus mengenakan pakaian tersebut di hadapan Pak Arik. Alisa ternyata benar-benar menginginkan aku secepatnya berhubungan badan dengan suaminya, supaya dapat membuahkan janin di perutku. Segitu ngototnya kah ia ingin punya anak?
"Su
Bab Populer