Noda Dalam Luka
Walaupun naik ojek, tetapi itu sangat menyakitkan.
Badan Lisna sangat bau dan juga seperti dia kelaparan. Lisna menyantap dengan lahapnya nasi sayur tanpa lauk, yang aku hidangan. Sisa dari makan siang kami tadi. Padahal dia dulu selalu tidak mau makan, jika tanpa lauk.
"Enak, enak sekali Buk," celetuk Lisna berkali-kali, sambil mengunyah nasinya.
Aku hanya tersenyum menanggapi semua ocehan Lisna, yang sebentar lagi dia akan menjadi ibu. Namun, dalam hatiku terasa ada sesuatu kejanggalan.