Hajatan di Rumah Ibu
Tangannya yang kecil mengusap pipiku, mencoba menghapus air mata yang tak kunjung berhenti.
Aku menggeleng pelan, mencoba tersenyum meski rasanya terlalu sulit. "Tidak ada apa-apa, Nan. Ajak adik-adikmu masuk! Jangan lupa ganti baju, ya," ujarku.
Adnan memandangku sejenak, seolah ingin bertanya lebih jauh. Tapi, dia tidak melakukannya. Dengan patuh, dia menggandeng tangan kedua adiknya dan membawa mereka masuk ke dalam rumah yang lebih mirip gubuk reyot.
Bab Populer