Exit
Aku berhenti tertawa, berhasil membuat April kesal sekali saja sudah cukup menyenangkan bagiku.
“Makanya kalau orang bicara tuh didengerin dulu. Ayo!” tambahku, mengenggam tangan April, membawa selebriti papan atas yang akan tampil di panggung besar. Kulihat April tersenyum kembali.
Kami turun dari lantai dua sekolah, berpapasan dengan teman-teman lain yang menikmati acara. Ada yang bergerombol memenuhi lorong, sebagian berdiri di pembatas lorong, beberapa lagi berseliweran, lalu lalang tidak bisa diam mencari entah apa. Kami saling balas sapa dan menyapa. Panggung berada di lapangan tengah sekolahan, lapangan yang biasanya untuk upara hari senin, juga merangkap lapangan basket, futsal, dan
Bab Populer