Bicara
Bian seolah terhipnotis dengan gerakan Karin, ia membuntutinya dan berhenti saat gadis itu tiba-tiba berhenti di salah satu tenda dengan tulisan nasi goreng Pak Sultan.
Dengan sigap, Karin langsung menuju ke bapak-bapak yang sedang memasak nasi goreng, sepertinya itu yang namanya Pak Sultan.
"Pak, nasi goreng satu, mi goreng satu, capcai satu, es jeruk, hmm ... sama tambah sate telur puyuhnya lima biji."
Karin lalu menoleh ke arah Bian yang hanya memandanginya sejak tadi. "Lo mau apa, Bi?"
Chapitres populaires