Gairah Cinta Kakakku
Tatapanku bertemu dengan tatapan Papi, mencari sedikit pun celah pengertian di balik keterkejutannya.
"Siapa calonnya? Memangnya kamu sendiri punya pacar? Bukannya selama ini kamu dilarang pacaran sama Kakakmu?" Pertanyaan Papi langsung membabi buta, seperti peluru yang ditembakkan tanpa ampun, tampak tidak sabar menunggu jawabanku. Kecemasan menggigitku.
"Aku mau Papi yang mencarikan," jawabku ragu-ragu.
"Mencarikan??" Dahi Papi tampak berkerut bingung, garis-garis kerutannya semakin dalam. "Apa maksudmu?"