CANDU SENTUHAN PENGUASA KAMPUS
Di hadapan Paris, sebuah mangkuk kecil berisi dua skop es krim rasa vanila dan stroberi perlahan mulai meleleh.
Febby menyuap sesendok besar es krim cokelatnya, lalu menatap Paris dengan pandangan prihatin yang hangat. "Par, lo nggak apa-apa, kan? Sumpah ya, si River itu bener-bener minta dicolok matanya."
"Gue nggak apa-apa, Feb," jawab Paris lembut, mencoba meyakinkan sahabatnya. "Gue cuma... akhirnya melihat batasannya dengan jelas aja."