Imperfect Partner
lanjutnya mempersilakan.
“Halo juga, Sayang. Hara pasti baru bangun ya?” tebak Deanita sebelum mengikuti Diandra berjalan memasuki rumah. “Pantas saja, wajah bantalmu sangat terlihat jelas, Sayang,” imbuhnya ketika Diandra membenarkan tebakannya melalui anggukan kepala.
“Dea, tolong gendong Hara sebentar ya, aku akan membuatkanmu minuman,” pinta Diandra setelah mereka berada di ruang tamu sederhana di dalam paviliun.
Hot Chapters