Partner In Crime
Kuberikan benda itu kepadanya dan ia menerima obeng itu dengan ramah, hanya aku seorang diri yang tinggal di tempat itu, mereka tidak tahu kalau akulah buronan yang tengah dicari seantero negeri.
“Baiklah, sudah selesai. Lain kali jika ingin menyalakan air, lakukanlah dengan perlahan.” Petugas itu mengemasi perkakas yang sudah ia gunakan dan berpamitan pergi, tentu aku beri dia 500 ribu untuk sekedar makan dan upah kerja dari pagi hingga siang.
Kamarku tidak berhadapan langsung dengan isi kontrakanku, hanya ada dapur kecil, kamar mandi, dan ruang tamu yang semuanya kubuat versi minimalis.