ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI
jelas seorang bapak yang aku tidak tahu namanya.
"Apa? Buka kedai? Dimana?" tanyaku tak percaya.
"Di Jalan Perintis, Pak," ujarnya.
Jalan Perintis? Jaraknya hanya dua puluh menit dari sini. Di sana memang terdapat kavling pabrik dan juga bangunan pertokoan yang di sewakan. Namun, berlawanan arah dengan pabrik tempatku bekerja.
"Oh, iya, Bu Farida juga nyuruh bawa dispenser sama blendernya. Kita tunggu bapak, karena barangnya ada di dapur," ujar bapak tadi.