Dendam Mantan Istri
Saat gundukan tanah terakhir ditutup, angin berhembus lembut, membawa aroma samar melati—bukan lagi menakutkan, melainkan seperti salam perpisahan.
Beberapa minggu kemudian, berita kematian Arga dan skandalnya mulai memudar. Maya menulis artikel panjang berjudul “Dendam yang Tidak Pernah Mati”, namun menghapus setiap detail supranatural. Hanya dia dan Surya yang tahu kebenaran penuh.
Di apartemen barunya, Maya duduk menatap senja. Di meja, sebuah pot kecil berisi melati yang ia tanam sendiri. Wangi lembutnya memenuhi ruangan, kali ini menenangkan, bukan mengancam.
Chapitres populaires