Suntik Aku, Mas Dokter!
"Bu Amara, rasanya beda, kan? Saya merangsang saraf-saraf di sini karena payudara terhubung langsung dengan pusat gairah di otak dan organ reproduksi di bawah sana. Semakin Bu Amara menikmatinya, semakin basah milikmu di bawah, dan semakin mudah bagi saya untuk masuk nanti."
Ibu jari Adrian menemukan puting Amara yang sudah mengeras di balik kain bra, lalu mencubitnya pelan dan memutir-mutirnya dengan intensitas yang meningkat.
Sensasi itu begitu tajam dan nikmat, mengirimkan gelombang kejutan listrik yang menjalar dari dada langsung menuju selangkangan Amara, membuatnya meremas paha Adrian karena keenakan.
"Adrian, hentikan, ah, ah, rasanya, ah, rasanya aneh sekali!"