Bayang Pedang Cahaya Bulan
Namun ia juga sadar, harapan palsu bisa jauh lebih kejam daripada kenyataan pahit sekalipun.
"Tetapi ada berita lain," lanjutnya, suaranya makin pelan, seakan tak yakin kabar ini akan membawa kelegaan atau justru kegelisahan baru. "Sebuah karavan kecil terlihat di jalur selatan. Membawa beras dan obat-obatan."
Yue Chen membeku di tempatnya berdiri.
"Bendera putih," murid itu melanjutkan, matanya berkedip cepat. "Dengan bordir sutra perak."