Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jerat Cinta Sang Langit

Jerat Cinta Sang Langit

Langit segera mengambil ponsel dan membuka layar. “Waalaikumsalam,” jawab Langit serius. “....” “Nggak usah Pakde, tak apa, sudah berteduh dari tadi, kok.” “....” “Aman.” “....” “Makasih Pakde, nggak usah, aku bisa balik sendiri entar nunggu hujan agak reda.” “....” “Oke, waalaikumsalam.” “Pakde Tejo,” kata Langit pada Bumi yang melihatnya penuh tanya.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 625 kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Oleh-oleh dari Mertua

Oleh-oleh dari Mertua

Jika pun memaksa, akan sangat merepotkan orang-orang untuk memindahkan sepeda roda dua yang terparkir. "Enggak. Aku mau ambil payung, biar kalian gak basah," jawabnya lalu bergegas pergi. "Payungnya cuma satu?" tanyaku ketika dia datang kembali. "Iya. Ayo," ucapnya sambil meletakkan payung itu tepat hanya melindungi aku dan Emyr. "Kamu basah." "Gak apa-apa." Aku berjalan pelan. Hujan cukup deras sehingga tempiasnya masih cukup membasahi bagian bawah gamisku.
9.9370.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.9K kali sebagai payung teduh diam
Tampilkan Ulasan (47)
Baca
+Pustaka
Anies
baca cerita ini 2th lalu tapi pas bab terakhir aku gak berani baca waktu itu takut sad ending tapi hari ini aku baca lg beberapa bab terakhir dan beraniin buka bab Tamat'nya dan aku menyesal sudah parno duluan ternyata semua gak seperti yg aku bayangkan.. cerita author memang selalu luar biasa
dewi partuna_
Keren alurnya tidak tertebak. Typo nya sedikit. Karakter nya real bgt,tidak dipaksa paksa. Sukses menbuat aku kesal,marah,berdesir,puas,merinding,menangis,tersipu,dan tertipu oleh alur. Ada edukasi tipis2 juga mengenai Budaya. Kata kata nya pun indah setengah puitis. Ah baru kali ini beri rating .
Baca Semua Ulasan
Indra, Reinkarnasi Para Dewa

Indra, Reinkarnasi Para Dewa

Untung saja Same membuat lubangan untuk kami berpegangan, kalau tidak kami bisa mati dalam sumur ini, tidak ada udara, pengap. Aku terlentang, napasku memburu, wajah berkeringat, baju basah. Mataku melihat awan putih yang berarak di langit biru. Cuaca hari ini panas, matahari bersinar terang, sulit sekali memandang. Rai duduk dengan kedua kaki diluruskan ke depan. Kedua pedangnya tergeletak di samping. Wajah Rai memerah, dia berusaha mengatur napasnya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Menantuku Selalu Diam Di Kamar

Menantuku Selalu Diam Di Kamar

Aku hanya bisa terpaku dan melihat pemandangan tersebut sambil tersenyum lega. Tamat untuk season ini ya, kita lanjut ke season selanjutnya Sekian dulu ceritanya, silakan ambil baiknya buang buruknya dari cerita ini. Semoga bermanfaat untuk samuanya terima kasih. Assalamualaikum wr.wb.
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Tante, Menikahlah Dengan Papa Galakku!

Tante, Menikahlah Dengan Papa Galakku!

Dia mengambil sebuah payung dan keluar menuju lift lalu turun ke bawah. Varen terus menutup kedua matanya, merasakan air hujan yang dingin terus mengguyur tubuhnya. Hujan ini bagaikan mengenai hatinya, meskipun setiap hari tidak bisa melihat Alexa dan Kai, tapi bisa berdiri dengan jarak yang dekat dia merasa sudah tenang.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Istri Presdir yang Hilang

Istri Presdir yang Hilang

“Terima kasih, Paman Ed. Kamu lagi-lagi membuatku senang. Aku sungguh tidak sabar menunggu sore datang.” Sambil menempelkan pipi di kepala Sky, Edmund turut memejamkan mata. “Ya, mari berharap ibumu cepat pulih dan sore nanti tidak hujan.” “Aku yakin nanti sore tidak akan turun hujan! Aku akan berdoa sepanjang hari dan meminta awan hitam agar tidak datang sampai kita selesai berenang.”
9.723.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 653 kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat

Istri Yang Kau Sia-siakan Ternyata Wanita Terhormat

Tedy ingin berhenti memikirkan hal itu, tapi nama Lia kembali bergaung di kepalanya. Angkot berhenti di pinggir jalan, membuat Tedy sedikit tersadar dari lamunannya, ia segera bangkit dari tempat duduknya dan segera merogoh kantong celana, mengeluarkan uang pas, lalu menyerahkannya kepada sopir. Setelah itu, tanpa banyak bicara, ia turun. Hujan masih mengguyur deras, tak memberi ampun bagi siapa pun yang berada di luar tanpa payung.
9.437.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 795 kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Penghancuran yang Berbahaya

Penghancuran yang Berbahaya

Awalnya hujan tidak terlalu deras, dan Jane terbiasa berjalan pulang perlahan setiap malam. Malam itu tentu saja tidak terkecuali. Ada toko 24 jam di seberang East Emperor. Di depan konter ... "Nona, harganya 56 dolar." Ada sebuah payung yang tergeletak di atas konter. Jane melihatnya sekilas. Itu adalah payung termurah yang dimiliki oleh toko swalayan 24 jam ini. Dia kemudian melihat dompetnya. Dia punya 56 dolar, tentu saja, tapi dia ragu-ragu…
9.9370.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.5K kali sebagai payung teduh diam
Tampilkan Ulasan (100)
Baca
+Pustaka
danbo
Cerita ini mengandung bawang, bikin mata bengkak n sesak napas. Kenyataan tersembunyi yg akhirnya terungkap bikin terkaget2, adakah yg lebih malang drpd jane dunn? meskipun diakhir cerita mengharu biru ttp aja krg puas karena dr sekian banyak bab, kisah manis sean&jane cuma di bab terakhir ajah...
vlaha kurashiki
balik ke sini cuma mo ninggal komen. ini novel yg bikin mewek n terasa rindu berat. happy ending tp koq terasa nyesek banget liat hari tua mereka. best pokoknya. walo ada versi drachinnya..tetap g bisa nandingi novelnya.
Baca Semua Ulasan
Lavender di Penghujung September

Lavender di Penghujung September

Dia melempar keteduhan Bersama payung yang ia singgahkan Diajaknya berlari sendiri-sendiri Dibawah rintik hujan yang turun Payungnya membawaku pulang Tanpa tergores rintiknya sedikitpun Hujan yang membeku jadi panas karena dia ******************* Terimakasih yang sudah mau membaca cerita ini, Maaf untuk segala kekurangan penulisan, maklum penulis pemula yang akan terus belajar dan memperbaiki agar menuju kata sempurna.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Lain

Cinta Yang Lain

Ia mengambil ponsel, memandangi foto Ayla yang sedang tertawa—sebuah potret kebahagiaan yang begitu rapuh, yang ingin ia jaga dengan segenap nyawanya. “Ini demi kamu, Sayang,” gumamnya lirih pada layar ponsel. “Biar rumah kita tetap teduh. Biar tidak ada badai yang menyentuhmu.” Abhi tidak tahu, bahwa terkadang, payung yang kita gunakan untuk melindungi seseorang justru menghalangi mereka melihat arah datangnya hujan. **
10678 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status