Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku Hanya Diam

Suamiku Hanya Diam

tanya aku bingung. “a- aku habis di rampok dan aku ingin di perkosa untung nya aku bisa kabur dan aku tidak bisa pulang karna handphone serta dompet ku di dalam tas..." ucap alana sambil memasang wajah sedih. “butuh tumpangan tidak?? Cuacanya sudah dingin seperti ingin turun hujan "ucap aku, aku tak tau kenapa, mulutnya terasa ingin mengatakan seperti itu. “memang boleh?? "tanya alana.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Pelukan Dingin Tuan Muda

Pelukan Dingin Tuan Muda

ucap Dedalu. Laiba tidak menjawab yang ada malah tersenyum kecil sambil mengangkat pandangannya pada payung yang melindungi mereka berdua, tiba-tiba Laiba malah teringat ucapan Bram tempo hari jika kata apa kabar juga dapat di artikan aku merindukanmu tapi hanya orang tertentu yang dapat mengartikannya jika pun Laiba tahu akan hal itu dirinya pun tidak akan berani. "Gunakan payungnya hujan masih akan terus turun," ucap Dedalu sambil mendekatkan pegangan payung itu ke arah Laiba yang membuat punggung laki-laki itu terkena hujan.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Mang Dadang melirik dari balik gerobak baksonya. “Wah, payungnya Mas itu kinclong amat ya... Model baru apa tuh? Pakai LED tenaga surya kali ya, bening bener airnya nggak berani nempel!” Mang Dadang menyipitkan mata, merasa ada bias cahaya lembut yang menyelimuti payung hitam itu. Tapi karena kepulan uap bakso, ia mengira itu hanya ilusinya saja. Cinta tidak menyadari hal itu. Ia hanya merasa berdiri di bawah payung ini terasa sangat... damai.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Dalam Diamku

Dalam Diamku

Pov Miranda "Dog dog dog" Bu Merry menggedor pintu kamarku dengan keras, menyadarkan aku dari lamunan. "Miranda, keluar cepat! Turunkan barang-barang belanjaan dimobil" Aku tergaket dan segera bangkit dari ranjang secara hati-hati agar Mahesa tak ikut bangun, lalu keluar sesuai instruksi Bu Merry. "Enak sekali yah siang-siang begini dikamar, tidur kamu Mir?"
8.545.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Purba Mahkota

Purba Mahkota

-“Walau itu lumayan terlambat.” Dengan anehnya membiarkan dirinya sendiri terkena air hujan walau membawa payung yang dibentangkan lebar-lebar tuk menutupi gundukan tanah merah berpatok nama “Jeha Jaya”, … Pelita kembali bersuara sendiri. -“Juga, terima kasih atas doanya.”- Dia yang mengulaskan senyuman manis ditengah-tengah sorot matanya yang tampak mengosong mati, perlahan tapi pasti … merasakan bahwa tubuh tegapnya ini mulai dilanda oleh rasa gemetaran.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Dimanja Tiga Majikan Cantik

Dimanja Tiga Majikan Cantik

Dia memiringkan gagang payung itu sepenuhnya ke arah samping, memayungi tubuh renta Paman Sudra yang sedang berdiri memegang nisan kayu sambil menangis. Shella membiarkan tubuhnya sendiri, bahu kirinya, dan sebagian besar kepalanya terekspos langsung pada guyuran hujan deras. Kemeja hitam dan celana jeans-nya basah kuyup menempel di kulit, rambutnya lepek meneteskan air ke wajah cantiknya. Dia kedinginan, bibirnya sedikit gemetar, tapi dia tetap berdiri tegak memegang payung itu untuk melindungi orang tua yang bukan siapa-siapanya itu. Paman Sudra yang sadar dirinya dipayungi, menoleh kaget ke arah Shella. "Nduk, jangan payungi Paman. Nduk Shella basah kuyup itu lho."
9.31.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33.8K kali sebagai payung teduh diam
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
malapalas
Izin promosi ya kak, buat yang suka genre Romance + Action + Werewolf & Secret Baby, mampir ke judul 'Anak Rahasia Sang Alpha' di GoodNovel ya. Lagi seru-serunya bab 170 lebih nih kak. Mksh yang sdh mau mampir.
Nama Pena Anar
Izin promo kak🫰🏻 Novel Panas tentang Petarung Jalanan yang menaklukan Nyonya Besar! Judul ... Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar btw bagus ceritanya toor...🫶🏻🫶🏻 keren!!🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Pak Kades, Nikah, Yuk!

Pak Kades, Nikah, Yuk!

gumam Teh Reni sambil melihat langit. Benar saja. Tak lama kemudian, rintik besar-besar mulai turun perlahan. “Eh, hujan,” ujar Dedi sambil menengadah. “Tuh, kan! Mamah tadi mau bawa payung, tapi kata Papah nggak usah,” omel Siti. “Cepetan atuh sebelum gede,” sahut Kang Darma. Mereka semua mulai mempercepat langkah di jalan kampung yang mulai basah.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Menjahit Hati yang Retak

Menjahit Hati yang Retak

Malam itu hujan turun deras, menutup langit Greenfield dengan tirai kelabu. Suara tetesan air menghantam tanah dan payung menciptakan irama monoton yang memantulkan sunyi dalam hati masing-masing. Di bawah sebuah payung besar berwarna hitam, Maja berdiri kokoh, mengenakan mantel panjang. Di sampingnya, Zoey berdiri dengan tubuh basah kuyup, rambut menempel di wajah, dan matanya sembab.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

16.00 – Refleksi Senja “Langkah Awal yang Baru” Peserta diajak berjalan santai di taman. Setiap orang merasakan tanah, rumput, dan angin di wajah mereka. Anya merasakan kedamaian. “Aku siap. Aku sudah berdamai. Aku akan melanjutkan hidupku,” bisiknya pada dirinya sendiri. 18.00 – Malam Tenang di Teras
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku

Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku

tanya Leya membuka makanan yang telah mereka beli. Langit mulai gelap. Langitnya indah karena berwarna keunguan. Orang-orang berlomba mengangkat ponsel dan mengabadikan langit. Jayden bersantai dengan memejamkan mata. Cuaca yang mendukung. Dengan suhu udara yang tidak terlalu dingin. Kemenangannya kali ini membuat dirinya bangga sekali. semua atas kerja kerasnya yang tidak pernah berhenti menyerah.
9.6298.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai payung teduh diam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status