Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kembalinya Sang Dewa Pedang Tanpa Tanding

Kembalinya Sang Dewa Pedang Tanpa Tanding

"Semuanya turnamen akan segera dimulai! Karena satu peserta belum datang hingga waktu yang lama ini... Aku putuskan, untuk mendiskualifikasi Dewa..." Swuuuuuuuush! Jleeeeeeeeeb! "Waaaah! Ramai juga yah? Hahaha aku ketiduran, maaf datang terlambat!" suara menggelegar terdengar setelah pedang emas menancap di tengah panggung, tepat dihadapan Kaisar Tertinggi. "I-itu pedang milik Dewa Pedang! Dia benaran datang!" "Sial oh sial! Hari ini sepertinya akan ada turnamen terbesar dalam sepanjang sejarah!"
9.9239.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.1K kali sebagai pedang merah
Baca
+Pustaka
PUSAKA PEDANG LANGIT

PUSAKA PEDANG LANGIT

Ia langsung berdiri melihat pedang itu tanpa berkedip. Pedang legendaris yang sudah hilang ribuan tahu kini ada di depan matanya. Semua mata yang melihat langsung kagum dengan Zoe. Dalam hitungan menit, secepat cahaya kilat, Zoe langsung bisa memotong pergerakan lawan dan mengacungkan ujung pedangnya tepat di leher musuh. “Aku menyerah,” ucap lawannya yang tahu nyawanya dalam pengampunan. Bisa saja ia mati, tapi Zoe menghentikan pedangnya tepat di leher lawan.
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 575 kali sebagai pedang merah
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Arwah Suci

Pendekar Pedang Arwah Suci

Ini adalah seni Teh Hijau murni. “Tempat yang rendahan ini tidak memiliki apa pun untuk menjamu Yang Mulia,” jelas Nyonya Ling dengan maksud mengusir sang lawan. Sedangkan di depan pintu rumah kecil itu sosok Yan Siyi mengamati pertengkaran yang terjadi di luar. Karena merasa takut ditinggal sendirian. Dia tidak tahan untuk tidak memanggil bibinya yang baik hati. “Bibi Ling~.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai pedang merah
Baca
+Pustaka
PUSAKA PEDANG BATU SELEMBUR

PUSAKA PEDANG BATU SELEMBUR

Dia mengayunkan kakinya pelan, menuju Pedang Batu Selembur berada. Pedang pusaka itu, tampak baik-baik saja. Hanya sedikit berdebu karena tertimbun dedaunan kering. "Pusaka ini, sungguh luar biasa," gumamnya sesaat setelah menggenggam pedang tersebut. "Kakang Adiwilaga memang tidak tertandingi, soal membuat Pusaka sakti."
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai pedang merah
Baca
+Pustaka
Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Pedang Iblis Darah menancap tepat di jantungnya. Bilah kemerahan yang penuh energi iblis menembus dada sang pedangis dari depan hingga keluar menembus punggungnya, gagang pedang masih menonjol di luar dan bergetar sedikit karena sisa energi yang belum padam. Darah pekat menggenang lebar di bawah tubuhnya. Tidak ada gerakan, tidak ada napas. Rasa bangga yang biasanya terpancar dari pria berambut merah itu sudah tidak ada sisanya.
9.71.3M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47.7K kali sebagai pedang merah
Tampilkan Ulasan (79)
Baca
+Pustaka
Raden Arya
Salam Kak Rionir, semoga selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah. untuk pembaca setia juga semoga sehat selalu. izin promosi ya kak. untuk teman-teman yang suka novel action, mafia, balas dendam, dan identitas rahasia. pokoknya wajib baca novel Balas Dendam Putra Mafia Terkuat. ...
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Baca Semua Ulasan
Jejak Pedang di Langit

Jejak Pedang di Langit

"Aku tidak tahu pasti. Tapi gulungan ini menyebutkan satu nama—'Pusaran Kegelapan.' Mungkin itu adalah ancaman terbesar yang harus kita hadapi." ____ Saat mereka berdiskusi, pedang di tangan Liang Feng mulai bersinar lagi, tetapi kali ini dengan warna merah gelap yang tampak berbahaya. Liang Feng terkejut, merasa pedang itu bergetar dengan intensitas yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. "Apa yang terjadi pada pedangnya?" tanya Mei Lian dengan nada khawatir. Liang Feng mencoba menenangkan pedang itu, tetapi ia merasakan sebuah suara bergema di kepalanya, suara yang dalam dan menakutkan:
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai pedang merah
Baca
+Pustaka
Bayang Pedang Cahaya Bulan

Bayang Pedang Cahaya Bulan

Ada celah, ada retakan, ada jurang yang menunggu di bawah, yang kabutnya bergerak seperti napas makhluk purba yang sedang tidur. Duan Wuya bosan. Hal itu terlihat, bukan dari ekspresi, sebab Duan Wuya tidak memiliki ekspresi yang bisa dibaca, melainkan dari gerakan, dari ritme, dari cara pedang standar itu tiba-tiba terasa terlalu ringan, terlalu tidak bermakna, terlalu tidak layak untuk lawan yang sudah ditunggunya selama lima hari. Ia mengeluarkan Pedang Neraka.
10695 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai pedang merah
Baca
+Pustaka
Perjalanan Kultivasi Sang Immortal

Perjalanan Kultivasi Sang Immortal

"Pedang Api Merah!" Red Phoenix mengeluarkan dua pedang panjang yang menyala dengan api yaang berkobar-kobar, kemudian langsung menyerang posisi Tian Zhi Yang masih kesulitan untuk kembali ke posisi semula setelah serangannya gagal mengenai sasaran. Slaaash! Kedua pedang api ini langsung ditebaskan ke tubuh Tian Zhi, tapi Dewi Kahyangan ini masih sanggup untuk bergerak sedikit menghindari serangan ini.
10120.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.8K kali sebagai pedang merah
Baca
+Pustaka
MASTER PEDANG DARAH

MASTER PEDANG DARAH

"HIAATTTT!!!" Reaksi tubuh Zhang Xu Feng sangat dahsyat tatkala jiwanya telah kembali ke dunia nyata. Essensi yang mengalir di dalam merdian tubuhnya terasa hampir meledak. Beriringan dengan pedang berkarat melayang menghampirinya. Tak seperti sebelumnya, pedang milik Zhang Xu Feng memancarkan cahaya merah. "Zhang Xu Feng? apa yang terjadi dengannya?"
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai pedang merah
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Dari kedua mata Dewi Pedang itu mengeluarkan sinar merah. Clap! clap! Sepasang sinar merah melesat cepat nyaris tak terlihat gerakannya. Seakan sinar merah lurus lalu tahu-tahu sudah terpancar dan menancap di leher Dayang Selatan. Itu pun hanya sekejap. Setelah mengenai leher Dayang Selatan. Kedua sinar merah lurus itu lenyap tanpa asap apa pun.
1030.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 732 kali sebagai pedang merah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status