Filtern nach
Aktualisierungsstatus
AlleLaufendAbgeschlossen
Sortieren nach
AlleBeliebtEmpfehlungBewertungenAktualisiert
Eksistensi Putra Guntur

Eksistensi Putra Guntur

Saat Panca menyentuh gagang pedang, pedang tersebut lekas memancarkan cahaya kuning kemerahan. "Pedang apa ini, Leluhur Siang?" "Pedang Naga Api," jawab Tikus Api Ungu. Hal itu membuat Panca terkejut. Sebagaimana dia ketahui, bahwa Pedang Naga Api adalah salah satu pusaka kuno legendaris yang tidak pernah ada yang tahu keberadaannya. Hanya ada banyak cerita hebat soal pusaka kuno itu, yang bisa membuat para pendekar tergila-gila ingin mendapatkannya.
108.0K AufrufeLaufendZur Bibliothek 304 Mal als pedang kayu harum hinzugefügt
Lesen
+Bibliothek
Pendekar Tongkat Emas

Pendekar Tongkat Emas

Nenek gendeng terlihat sangat serius kali ini, tidak biasanya si nenek gendeng yang selalu ceria dan nyeleneh kini bisa seserius itu, “Tolong carikan aku beberapa daun herbal yang tidak ada di hutan ini. Namanya adalah tanaman ‘ Tunjuk Langit’ , tanaman itu sangat langka, dan sepertinya hanya tumbuh di daerah tertentu saja.” Arya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Apakah tidak ada petunjuk mengenai bentuk dan ciri tanaman itu mbah?” Neneng gendeng menggeleng, “Coba kau tanyakan kepada Ki Aji Sakti di perguruan Silat Gombang.”
103.3K AufrufeLaufendZur Bibliothek 124 Mal als pedang kayu harum hinzugefügt
Lesen
+Bibliothek
Legenda Pedang Direnc

Legenda Pedang Direnc

" Berlari ke hutan bukan ide yang baik. Kenapa pamanku tidak berlari ke balai desa atau ke rumah warga. "Di mana pedang Direnc?" potong Zarif. Yasemin mengerutkan keningnya. "Direnc?" "Pedangku yang disita ayahmu," jelasku. "Oh, Pedang itu?" "Ya, di mana kira-kira ayahmu menyimpannya?" "Pedang itu telah di jual oleh Ayah pada Bamsi siang tadi." "Sial!" Aku mengumpat. "Siapa Bamsi?"
102.6K AufrufeLaufendZur Bibliothek 66 Mal als pedang kayu harum hinzugefügt
Lesen
+Bibliothek
Pendekar Pedang Arwah Suci

Pendekar Pedang Arwah Suci

Caicai yang sedari tadi sibuk memasak buru-buru keluar dengan wajah yang penuh noda hitam arang dan bau tubuh penuh asap. Nyonya Ling tanpa sadar mengepalkan tangannya sehingga kuku di jari tangannya menancap di telapak tangannya. Dia sama sekali tidak mengharapkan kedatangan orang itu ke wilayahnya. Akan tetapi, tampaknya orang-orang suka mengganggu suasana damai miliknya.
101.4K AufrufeLaufendZur Bibliothek 28 Mal als pedang kayu harum hinzugefügt
Lesen
+Bibliothek
Kuranji

Kuranji

Puti Tan maju selangkah, kemudian mengeluarkan sesuatu dari balik ikat pinggangnya, sebuah plakat dari kayu gaharu dengan ukiran lambang Perguruan Pedang Emas. “Ini buktinya. Saya yakin Bapak-Bapak mengenali benda ini.” Lelaki yang sedari tadi menjadi juru bicara di antara ketujuh orang itu segera merebut benda di tangan Puti Tan. Ia mengamati dengan saksama, lalu mengoper benda pipih itu kepada yang lain. Setiap orang juga menghidu aroma dari plakat tersebut.
103.3K AufrufeLaufendZur Bibliothek 98 Mal als pedang kayu harum hinzugefügt
Lesen
+Bibliothek
KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

KEMBALINYA DEWA NERAKA: Hutang Darah Empat Klan

Hatinya pun merasa dingin. "Pantulah pemimpin Jalur Ortodoks. Gunung Naga Harimau ini memang memiliki sesuatu yang mumpuni." Tak ada sedikit pun rasa lelah di mata Li Wuling, dan teknik pedang di ujung jarinya kembali berubah. Dia berkata lagi, "Pedang satu, Qingping."
108.2K AufrufeLaufendZur Bibliothek 211 Mal als pedang kayu harum hinzugefügt
Lesen
+Bibliothek
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

Sang putri tersenyum, “Gerakan mereka seperti aliran sungai—sempurna.” Di tengah lapangan, rombongan Wanawaron disuguhi pameran senjata tradisional Karta Loka: pedang berlapis emas dengan gagang berukir naga. Panglima Amita mengamati dengan cermat, sementara Adiwidya berdiskusi dengan Patih Bayu tentang filosofi ukiran. "Kekuatan dan keindahan harus seimbang," ujar Patih Bayu sambil menunjuk bilah pedang. Adiwidya mengangguk, "Seperti hutan di kerajaan kami keras, tapi penuh kehidupan."
1015.6K AufrufeAbgeschlossenZur Bibliothek 389 Mal als pedang kayu harum hinzugefügt
Lesen
+Bibliothek
Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

Perjalanan Waktu: Gairah Liar Para Selir!

Pertarungan di tengah hutan bambu itu akan menjadi penentu nasib Desa Gunung Jaran. Di tangan Asmaran kini tergenggam sebuah pedang yang tampak kokoh dan berat. Pedang itu berwarna kelabu gelap, dengan guratan-guratan aneh di sepanjang bilahnya, memancarkan hawa dingin yang menusuk. Pedang itu jelas bukan pedang biasa.
9.858.0K AufrufeAbgeschlossenZur Bibliothek 2.3K Mal als pedang kayu harum hinzugefügt
Lesen
+Bibliothek
Duke Kejam itu Suamiku

Duke Kejam itu Suamiku

Suara serutan kayu yang bertemu dengan mata pisau baja yang tajam menjadi satu-satunya melodi yang mengisi bengkel pribadi Alaric pagi itu. Ruangan yang biasanya dipenuhi aroma minyak pelumas zirah dan debu asahan pedang, kini berbau harum kayu ek yang baru dipotong. Alaric berdiri dengan kemeja yang digulung hingga ke siku, menampakkan otot-langan yang tegang saat ia mencoba menghaluskan lengkungan kayu penyangga.
8.812.3K AufrufeAbgeschlossenZur Bibliothek 332 Mal als pedang kayu harum hinzugefügt
Lesen
+Bibliothek
Dimanjakan Kelima Saudari Tiriku Yang Cantik

Dimanjakan Kelima Saudari Tiriku Yang Cantik

Itulah suara teriakan dari pembawa acara yang menggema. Semua orang bertepuk tangan padanya, sedangkan Rafael berpura-pura merungut telah kalah. Padahal aslinya menyimpan senyuman di dalam dirinya. Pria ini terpancing untuk menghabiskan hartanya. Hingga barang lelang kedua mulai dibacakan.”Barang lelang kedua kali ini merupakan pedang dari negara matahari terbit. Diduga dibuat oleh pengrajin ternama, terdapat tanda pengenal pengrajin di dalam gagang pedang. Selain itu diduga dimiliki oleh seorang pemimpin pasukan. Juga diwariskan turun temurun di era dinasti kekaisaran. Harga dimulai dari 150 juta rupiah!”
1010.7K AufrufeLaufendZur Bibliothek 298 Mal als pedang kayu harum hinzugefügt
Lesen
+Bibliothek
ZURÜCK
123456
...
10
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status