Sentuhan Pria Dewasa
Ia pun menikmati pelukan hangat yang sudah lama ia nantikan.
Kehangatan itu sederhana, tidak dramatis, tidak disertai isak atau kata-kata besar. Hanya dua tubuh yang berdiri diam di tengah kantor yang hampir kosong, berbagi lelah tanpa perlu menjelaskannya. Arkana menutup mata, membiarkan beberapa detik berlalu begitu saja, seolah dunia di luar pelukan itu tidak perlu dihadapi sekarang.