Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bos, Jangan di Sini!

Bos, Jangan di Sini!

Sevi bekerja di perusahaan susu segar, hidupnya tampak sempurna. Ia mencintai pekerjaannya sebagai milk tester, mencintai susu strawberry, dan hidup mandiri. Tapi semuanya berubah ketika ia menemukan susu baru yang justru membangkitkan ‘reaksi biologis’ aneh pada tubuhnya. Tanpa hamil, tanpa hubungan, tiba-tiba tubuhnya memproduksi ASI... beraroma strawberry. Lebih rumit lagi, bosnya yang dikenal dingin dan perfeksionis, Arlan, mulai mencium rahasia aneh yang disembunyikannya. Tapi siapa sangka? Keanehan itu justru jadi awal kedekatan mereka dengan cara yang tidak pernah terpikirkan Sevi sebelumnya. “Saya tahu cara supaya nggak terlalu sakit. Mau?”
10583.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.6K kali sebagai sini duduk
Tampilkan Ulasan (30)
Baca
+Pustaka
Ana Hidanah Alhusn
sudah berapa Kali Top Up semakin di baca semakin menarik cerita nya.. penulis ny kreen.. konflik nya menarik sevi dan arlan miko yg akhir membuka hati sepenuh nya buat mila persahabatan yg tulus.. ahh gemes.. ......
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang yang Legendaris, dia juga memiliki bakat yang besar dengan Tubuh Kaisar Langit. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
TEH ... AKU DI SINI

TEH ... AKU DI SINI

Tujuh hari Melisa hilang, dan beberapa hari kemudian ia datang membawa banyak pertanyaan dalam benak Alina. Pasalnya, Adik tirinya itu menjadi aneh. Kecurigaannya semakin kuat saat Alina mendatangi rumah Dipta, ia melihat tulang yang mencuat dari balik gundukan di belakang rumahnya. Gundukan itulah yang akan menuntun Alina pada kenyataan yang membuat hidupnya tak lagi sama ....
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai sini duduk
Baca
+Pustaka
Biarlah Kita Berakhir di Sini

Biarlah Kita Berakhir di Sini

"Nona Lea, apa Anda yakin mau mendonorkan semua organ tubuh Anda?" "Iya, aku yakin." Setelah Lea mengatakan ini, dia tersenyum seperti sudah bebas. Dokter malah kaget dan membujuknya lagi, "Meski kanker Anda sudah mau masuk stadium akhir, asal Anda rawat inap dan melawan penyakit ini dengan semangat, mungkin bisa memperpanjang hidup Anda."
38.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 838 kali sebagai sini duduk
Baca
+Pustaka
Latihan Terlarang Bersama Instruktur Pengemudi

Latihan Terlarang Bersama Instruktur Pengemudi

“Pak, kumohon hentikan. Aku datang ke sini untuk belajar mengemudi, bukan untuk berselingkuh!” Di dalam mobil latihan, karena aku selalu tak bisa menginjak kopling dengan benar. Pak Peter yang merupakan instruktur, sekaligus teman suamiku menyuruhku duduk di pangkuannya. Namun, aku mengenakan rok pendek hari ini dan tidak memakai celana pengaman di dalamnya! Yang lebih parah lagi, dia malah mengeluarkan benda miliknya dan menempelkannya langsung ke arahku.
63.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai sini duduk
Baca
+Pustaka
Gadis Kecil Di Kamar Hotel

Gadis Kecil Di Kamar Hotel

Airin Ahmad
President Suite Room. Hotel bintang empat. Puncak. Ketukan di pintu menyadarkan lamunanku. "Titipan dari bawah, Pak." Seorang pesuruh mengantarkan seorang gadis belia yang takut-takut di ambang pintu. "Duduk!" perintahku pada gadis muda itu. "Tapi, Tuan?" "Baru pertama kali?" Ia mengangguk seiring air mata yang membasahi pipinya. "Saya mohon jangan, Tuan." "Kalau tidak mau kenapa ke sini? Hadiah gratifikasi tubuh manusia atas nama bisnis. *** BEST SELLER versi cetak
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai sini duduk
Baca
+Pustaka
Rahasia Malam di Bioskop

Rahasia Malam di Bioskop

"Uh ... sesak sekali." Di bioskop tengah malam, aku duduk di kursi dengan wajah memerah padam. Pinggulku bergerak gelisah ke kiri dan ke kanan, bokongku terasa seolah terbakar. Pria perkasa di sebelahku tiba-tiba merengkuh tubuhku dengan kuat dan mendudukkanku di atas pangkuannya. Dia berkata, "Di sini nggak nyaman? Mau kubantu mengobatinya?" Aku menggelengkan kepala sekuat tenaga, tetapi tubuhku justru lemas tak berdaya di pelukannya. Aku hanya bisa menatap tangannya yang meluncur turun dari pahaku, perlahan merayap menuju tempat yang paling rahasia.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai sini duduk
Baca
+Pustaka
Kontrak Sandiwara Jadi Cinta

Kontrak Sandiwara Jadi Cinta

Gabriel Matsuka
Dina menghadiri acara temu jodoh yang telah diatur orang tuanya. Bukannya berkonsentrasi dengan pasangannya, perhatiannya teralih dengan duda beranak tiga yang duduk di belakangnya. Ia pun semakin muak mendengarkan permintaan calon suami yang terlalu mengada-ada. "Kita tidak cocok. Pergilah!" kata Dina mengusir Adam dari mejanya. Dina berniat pergi dari restoran tapi merasa tidak tahan mendengar hinaan yang keluar dari mulut wanita dari meja sebelah. "Kau gila berharap aku akan menjadi ibu dari ketiga anakmu!" Wahyu menahan tawanya dalam hati. "Kau tidak mau yah sudah, pergilah dari sini dan jangan menghinanya!" seru Dina dengan wajah jengkel. Maria yang menyaksikan semua itu dari kejauhan, bergegas mendekati Dina dan Wahyu. "Mama setuju dengan wanita ini, Wahyu. Kapan kalian akan menikah!?" Saksikan kelanjutannya hanya di Goodnovel Selamat membaca
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai sini duduk
Baca
+Pustaka
Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta

Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta

"Ada Paman di sini, untuk apa kamu butuh mainan? Sini, aku akan memuaskanmu." Mencium aroma para pekerja konstruksi di gerbong tidur kereta, gairahku kambuh sampai celana dalamku basah kuyup. Dengan terpaksa, aku memiilih memuaskan diriku sendiri. Namun, aku malah tertangkap basah dan Paman mengangkat selimutku sambil menatapku dengan napas tertahan.
98.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai sini duduk
Baca
+Pustaka
Setelah Aku Mati, Si Mafia Tunanganku Menyesal

Setelah Aku Mati, Si Mafia Tunanganku Menyesal

Awalnya hanya sebuah hukuman sederhana, tetapi akhirnya aku malah mati membeku di dalam gudang pendingin. Tunanganku, Kenny, sang pewaris Keluarga Brahms, baru teringat padaku tiga hari kemudian. Sekarang aku melayang di sini, melihatnya tatapannya yang hancur dan gemetaran memeluk tubuhku yang kaku. Melihat bahwa akhirnya ia menyusun kembali semua kebenaran yang telah kubawa ke dalam kubur .... Terlambat sudah, Kenny. Tetapi tidak apa-apa. Aku ada di sini, memperhatikanmu. Melihat bagaimana kamu menghadapi kenyataan … bahwa dirimu sendiri yang mengurung wanita tercintamu ke dalam kuburnya.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai sini duduk
Baca
+Pustaka
Diary Istri CEO

Diary Istri CEO

Rahman melihat kamarnya masih terang. Dia tidak melihat Aisyah di kamarnya, hatinya langsung panik. Dia bergegas mencari Aisyah ke bawah. Menurut pengakuan Mbok Darsih, Aisyah tidur di kamar tamu. Pintu kamar yang tidak dikunci membuat Rahman dengan mudah masuk. Aisyah mengucapkan salam selesai salat tahajudnya. Dia langsung kaget melihat Rahman yang duduk di kasur. “Ngapain kamu ke sini?” Rahman masih diam sambil memandang wajah Aisyah yang tanpa niqam melihatkan bentuk hidung mancung Aisyah dan bibir mungilnya, sehingga membuat Rahman menelan salivanya. Melihat kecantikan Aisyah siapa yang tidak akan tertarik. Paras perempuan-perempuan penghibur di club malam, kalah dengan kecantikan Aisyah yang tanpa polesan make up. Aisyah menundukkan wajah, dia sadar mungkin Rahman muncul jiwa mesumnya. Dia ingat kelakuan Rahman saat di kantor waktu itu. Pasti, dia sedang membayangkan imajinasi liar terhadapnya. “Tolong, keluar dari sini.” Pinta Aisyah lembut supaya Rahman tidak tersinggung. “Ini rumahku, aku bebas mau melakukan apa saja.” “Tapi kita bukan muhrim tidak baik berduaan di kamar.” “Aku tidak masalah.” Aisyah merasa kesal. Ternyata Rahman sangat kerasa kepala. “Aku akan berteriak.” “Silakan saja.” Rahman seolah menantang Aisyah. Dia membentangkan tangannya dan tersenyum. Aisyah merasa terpojok, saat Rahman terus-terussan mendekatinya. Bahkan bunyi napas Rahman sangat terdengar jelas, pria ini seperti sedang meraih puncak. Aisyah lalu mendorong tubuh kekar Rahman dan berlari keluar.
1033.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai sini duduk
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status