Setelah Kamu Pilih Dia
“Dinda, Rayhan? Hai, saya Tania dari Ruang Kata Publishing.”
Mereka berjabat tangan. Dan pembicaraan pun dimulai—tentang konsep, struktur, batasan privasi, dan kemungkinan judul. Dinda menyimak serius, sesekali bertukar pandang dengan Rayhan untuk memastikan langkah ini bukan sekadar ambisi sesaat, tapi sungguh keputusan yang mereka sepakati bersama.
“Kalau kamu nyaman,” ujar Tania, “Kita ingin narasi ini bukan cuma tentang kehilangan dan luka, tapi juga tentang pemulihan dan membangun kembali. Itu yang bikin tulisan kamu beda dari kisah lain.”